Penulis: Pragita Elsa Sugiarta Putri (Siswa SMA Muhammadiyah 3 Maduran, Lamongan)

Pada masa pandemi kali ini, sekolah-sekolah di tutup sehingga pembelajaran dilakukan melalui jarak jauh yabg sering disebut daring (online). Banyak siswa tidak setuju akan pembelajaran jarak jauh, karena tugas selalu menumpuk, sulit untuk memahami materi. Ditambah materi yang disampaikan kurang bisa di cerna dengan baik, dikarenakan kurangnya variatif pada materi yang diberikan oleh guru kepada muridnya.

Sehingga tidak banyak materi yang diingat, karena para siswa cenderung lebih cepat merasa bosan dengan penyampaian materi yang biasa saja. Tetapi jika materi yang diberikan sedikit variatif, mungkin mereka tidak mudah bosan dan lebih bersemangat untuk belajar. Hal itu yang membuat mereka terkadang enggan mengikuti pembelajaran secara daring dan tidak mengerjakan tugas bahkan sangat jarang siswa untuk membaca materi tersebut, ini disebabkan adanya rasa malas pada siswa.

Kebanyakkan siswa lebih banyak membuka gawai mereka hanya untuk bermain game, atau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain di luar rumah. Sehingga ini sangat mempengaruhi proses belajar dan sangat mempengaruhi perkembangan murid dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.

Siswa Ingin Kembali Sekolah

Adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), membuat siswa bosan dan jenuh. Sehingga mereka ingin kembali sekolah dengan normal lagi. Ini dikarenakan materi yang diberikan saat daring kurang efektif, dan pastinua berbeda dengan bersekolah secara langsung. Karena ketika guru menjelaskan materi secara tatap muka, murid akan lebih mudah memahami, ditambah guru akan lebih mudah dalam memberikan penjelasan kepada siswa yang kurang mengerti tentang materi yang disampaikan.

Selain itu, dengan bersekolah secara normal, akan membuat anak-anak lebih bersemangat. Dimana mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ditambah lagi, ketika PJJ akan membuat penat serta mata lelah akibat belajar, apalagi disertai dengan bermain game. Maka, sekolah secara langsung adalah hal yang sangat di rindukan di masa pandemi seperti sekarang ini. Apalagi ketika sekolah dilaksanakan secara daring, beberapa anak tidak mendapatkan uang saku, sehingga keinginan untuk kembali masuk kelas serta melakukan berbagai aktivitas seperti kegiatan ekstra di sekolah sangat di nantikan.

Dilema Sekolah Tatap Muka

Selain karena Covid-19, terkadang keanehan muncul pada benak murid. Ketika sekolah libur panjang akibat pandemi, mereka sangat ingin masuk sekolah seperti biasa. Namun, saat sekolah sudah beranjak normal, rasa ingin libur atau segera ingin pulang ke rumah kembali di rasa. Seakan menjadi dilema tersendiri dan sulit untuk ditebak kemauan dari siswa, saat PJJ pun masih terdapat hal-hal yang membingungkan dari mereka.

BACA JUGA :  Bijak dalam Bermedsos

Semisal saat sekolah online, ketika tidak ada tugas atau materi, mereka bertanya “kok tidak ada tugas?”. Tapi saat diberi tugas, mereka juga mengeluh, “kok diberi tugas terus?”. Sehingga tak heran terkadang membuat gurunya sendiri pun merasa bingung, ini yang terkadang menjadi kendala dalam dunia pendidikan kita dalam menghadapi anak zaman sekarang. Berbeda dengan anak zaman dulu, yang berkorban dan rela bekerja agar bisa sekolah.

*

Pandemi yang terjadi telah merubah hampir seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali segi pendidikan. Kecerdasan para siswa menurun saat pembelajaran dilakukan dengan cara daring, karena pada saat daring banyak siswa yang kurang memahami dan tidak mengerti akan materi yang di sampaikan. Tapi pada saat di sekolah siswa dapat lebih mudah untuk memahami materi tersebut, sebab di sekolah dapat di jelaskan langsung oleh gurunya. Apalagi kebosanan akan pemberian materi yang kurang variatif, membuat mereka merasa bosan. Diperlukan inovasi dan kreatifitas dari pendidik agar murid dengan mudah mengerti akan pembelajaran yang disampaikan.

Namun, tak sedikit pula siswa yang menginginkan sekolah kembali masuk dengan normal. Dengan begitu, mereka bisa bersosialisasi dengan teman-temannya serta dapat menerima pelajaran dengan baik. Meski terkadang masih ada saja murid yang selalu ingin pulang lebih awal, malas-malasan saat pelajaran di kelas dan sebagainya. Tapi itulah pendidikan kita, selalu banyak dinamika serta keanekaragaman yang ada dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, sesungguhnya dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dari sekolah, terutama dari guru. Mulai dari segi proses belajar mengajar, hingga kegiatan non akademik. Agar anak-anak tidak mudah jenuh, serta menikmati proses belajar dengan nyaman dan menyenangkan. (*)

Penulis : Pragita Elsa Sugiarta Putri (Siswa SMA Muhammadiyah 3 Maduran, Lamongan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here