Penulis : Zulia Rahmawati (Siswa SMA Muhammadiyah 3 Maduran, Lamongan)

Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak sekali teknologi yang semakin hari semakin canggih. Dengan adanya kecanggihan, itu kita akan semakin mudah dalam melakukan suatu hal. Dulunya teknologi hanya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, itupun tidak sepenuhnya, tapi dengan perkembangan zaman terjadilah perubahan dalam fungsi teknologi. Seperti telepon genggam atau handphone, dulu handphone hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh dan hanya dapat digunakan atau dipakai di masyarakat tertentu yang biasanya adalah para orang-orang mampu.

Jika dibandingkan dengan handphone yang dulu, gawai sekarang lebih nyaman dipakai, karena memiliki banyak fitur-fitur menarik yang dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Banyak sekali aplikasi-aplikasi baru yang bisa dikunjungi sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari aplikasi belanja online, pembayaran non tunai, sampai dengan aplikasi hiburan (game) yang jumlahnya sudah tak terhitung. Dengan semakin banyaknya aplikasi yang mempermudah kebutuhan hidup, semakin banyak pula peminatnya.

Siapa sih yang tidak kenal gadget atau gawai ini? Rata-rata semua orang sudah menggunakannya sekarang. Mulai dari orang tua, remaja, bahkan sampai anak-anak. Tak asing lagi kan kalo kita melihat mereka kemana-mana selalu membawanya. Apalagi sekarang musim pandemi, semua kehidupan masyarakat mengacu pada gadget tersebut, mulai dari sekolah sampai pekerjaan semua bergantung pada handphone. Kini handphone bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi juga sudah menjadi prioritas dan menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat.

Sering sekali kita menjumpai kafe maupun warung kopi yang dipenuhi oleh banyak orang, mereka tidak hanya sekedar menikmati makanan atau minuman, tidak juga sekedar berkumpul dengan teman mereka. Tetapi sebagian dari mereka juga memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh kafe maupun warung tersebut, yaitu jaringan wi-fi. Kebanyakan dari mereka adalah seorang pelajar, dimana mereka tidak hanya memanfaatkan wi-fi untuk menyelesaikan tugas, namun untuk bermain game online.

Nah! Ngomongin tentang game online, pasti kita semua tidak asing lagi dengan kata tersebut, ya kan? Memang, belakangan ini banyak sekali pembicaraan tentang game online, seperti apa sih game itu? Game sendiri merupakan salah satu aplikasi atau media hiburan yang digunakan banyak masyarakat untuk menghilangkan rasa suntuk, kalau bahasa anak zaman sekarang sih biar nggak gabut. Game online juga memiliki banyak peminat, tidak hanya dari kalangan remaja, anak-anak yang usianya belum genap 10 tahun pun sudah bisa bermain game. Bahkan tidak hanya laki-laki saja yang bermain game, sekarang para perempuan yang seharusnya membantu pekerjaan ibunya pun kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game.

Banyak sekali jenis game, ada yang personal (dimainkan satu orang) ada juga yang many players (dimainkan lebih dari satu orang). Tapi kebanyakan mereka menggunakan game yang dimainkan lebih dari satu orang. Pada dasarnya bermain game online itu tidak ada sisi positifnya, bahkan lebih mengacu pada sisi negatifnya yaitu lupa waktu. Seperti lupa ibadah, lupa waktu makan, dan lupa waktu istirahat. Menurut saya pribadi, dilihat dari sisi hukum, terutama agama. Bermain game online itu tergantung dengan game yang dimainkan, jika game yang dimainkan berbau maksiat semisal berjudi, melihat aurat lawan jenis, mencuri, dan menipu, maka hukumnya haram.

BACA JUGA :  Covid-19 Pimpin Perubahan

Sekarang ini muncul game yang didalamnya terdapat sejumlah permainan, yang setahu saya isinya ada kartu-kartu remi, domino, dan slot. Game ini menarik para kalangan, karena game ini menyediakan banyak fitur, salah satunya adalah top-up. Apakah game ini termasuk berjudi?  Definisi judi sendiri merupakan mengundi nasib, jadi game apapun yang bersifat mengundi nasib, apapun materinya, dapat atau tidak, maka itu termasuk berjudi. Kalau tidak dapat, maka mereka akan kehilangan semua (uang) yang mereka keluarkan. Kalau mereka dapat, mungkin pihak yang memiliki fasilitas yang akan dirugikan. Walaupun banyak yang mengatakan ini adalah hiburan, tapi dalam Islam ini diharamkan.

Akan tetapi tidak semua game bisa diartikan haram, ya! Seperti yang saya katakan tadi haram atau tidaknya game itu tergantung dengan game yang dimainkan, dan juga tergantung bagaimana kita memposisikan diri ketika bermain game. Lalu bagaimanakah konsep game yang diperbolehkan? Tentu saja Islam memperbolehkan game yang jauh dari kata maksiat, tidak ada unsur hinaan, tidak mengarah pada kedustaan, dan tentunya tidak melalaikan seseorang dari kewajiban ibadahnya. Sebagaimana firman Allah swt yang berbunyi :

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَاۖ وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan,” (QS An-Nisa’ : 14).

Jadi, kita sebagai manusia dan khususnya sebagai umat muslim harus bisa membedakan mana yang menurut kita baik, mana yang tidak. Begitupun bermain game, harus bisa memilih mana yang pantas untuk di mainkan, dan mana yang tidak. Satu lagi, boleh bermain (game online) asal kita tahu waktu, jangan sampai hidup kita sia-sia hanya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Agar kita tidak hanya memainkan permainan, namun juga tidak sampai dipermainkan oleh permainan. (*)

Penulis : Zulia Rahmawati (Siswa SMA Muhammadiyah 3 Maduran, Lamongan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here