Tumbler Pacenan, Kreasi Mahasiswa UMM dengan Perpaduan Budaya Madura dan Teknologi

0
11
KREASI: Salah satu tim mahasiswa UMM, memamerkan tumbler yang bernuansa budaya Madura bernama "Tumbler Pacenan"

MALANG, PIJARNEWS.ID – Sulit terurainya limbah plastik, menjadi ancaman menakutkan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Oleh karenanya, beberapa tahun belakangan banyak orang menyuarakan penggunakan tumbler untuk mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai. Dalam rangka mendukung aksi tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kreasikan tumbler bernuansa budaya Madura bernama “Tumbler Pacenan”.

Rudi, salah satu anggota tim tersebut mengungkapkan, sudah saatnya menjadikan tumbler sebagai bagian dari lifestyle. “Ini adalah hal mendesak untuk dilakukan demi menjaga keberlangsungan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, tidak hanya menjaga lingkungan, namun juga berupaya untuk melestarikan bahasa serta budaya Madura lewat tumbler kreasinya. “Hal itu dilakukan karena melihat semakin menurunnya penggunaan bahasa dan nilai-nilai kearifan lokal di Madura, maka kami berinisiatif untuk menggabungkan unsur modern dan tradisional pada tumbler tersebut. Modern dari spesifikasi bahan serta proses produksinya, sementara dari sisi tradisional berupa desain yang mencantumkan peribahasa Madura beserta artinya. Penggunaan peribahasa ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada kawula muda,” terang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tersebut.

Rudi juga menjelaskan, Tumbler Pacenan ini menggunakan bahan stainless steel dengan ketahanan suhu kurang lebih delapan jam. Menariknya, tumbler ini dilengkapi dengan Light Emitting Diode (LED) pengukur suhu, sehingga bisa diketahui berapa suhu air yang ada di dalamnya. Sementara peribahasa Madura dicetak dengan menggunakan teknik printing ultraviolet (UV) dan grafis laser.

BACA JUGA :  Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Priyo Tingkatkan Reputasi Kelapa Sawit

“Selain itu, sebagai bagian dari visi edukasi, tumbler ini juga dilengkapi dengan barcode yang terhubung ke website. Di website ini, kami menyediakan berbagai informasi tentang bahasa dan budaya Madura,” jelas Rudi.

Adapun karya inovatif ini, akan diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Ide mereka ini juga telah mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam prosesnya, Rudi dibantu oleh tiga mahasiswa lain yaitu Windi Erica Sari, Tri Febriana, dan Zulfiyah Diyana Putri. Mahasiswa asal Sumenep tersebut mengatakan, dengan adanya tumbler ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di samping itu juga dapat melestarikan bahasa Madura, dengan memberikan edukasi nilai-nilai karakter Madura bagi generasi penerus bangsa.

“Ke depan, produk ini akan terus dikembangkan melalui penambahan fitur GPS dan memperluas varian produk seperti kaos bernuansa kearifan lokal Madura. Dengan begitu, keberadaan Tumbler Pacenan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, baik pada aspek lingkungan, pendidikan, budaya, maupun ekonomi,” pungkas Rudi. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here