Ada 1.200 Pekerja Migran Indonesia Asal Kabupaten Malang Dipulangkan Sejak April 2021

0
5
Prokes ketat: Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan menjalani dua kali isolasi sebelum kembali ke daerah masing-masing

MALANG, PIJARNEWS.ID – Gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Kabupaten Malang terus berlanjut. Tercatat sejak April 2021 lalu hingga sekarang, sudah sekitar lebih dari 1.200 PMI. Mereka di karantina dua kali di Surabaya, kemudian berlanjut di Kabupaten Malang usai dilakukan penjemputan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta), Disnaker Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman menyampaikan, di Jawa Timur, Kabupaten Malang merupakan penyumbang terbanyak ketiga PMI yang dipulangkan. “Penjemputan PMI dari Sukolilo ke Kabupaten Malang terus berjalan, sama dengan daerah lain dibawa ke Kabupaten/Kota masing-masing. Kabupaten Malang terbanyak ketiga setelah Kabupaten Sampang, Madura,” ujar Yuniman saat ditemui di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang.

Ada sekitar 1.200 lebih PMI dipulangkan, jumlah itu merupakan akumulasi dari sejak pertama aturan swab tes dan karantina di masa pandemi yang diterapkan sejak April 2021 lalu. Meski Kabupaten Malang telah turun level PPKM ke level 3 hingga dikabarkan segera level 2, namun pihak Disnaker tetap memberlakukan prokes ketat dan isolasi. Di Surabaya, PMI yang pulang menjalani isolasi atau karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sementara saat dijemput dan dibawa pulang ke Kabupaten Malang, mereka dikarantina di Hotel Mirabel yang sudah disediakan oleh Pemkab Malang. “Di Surabaya tiga hari, di Kabupaten Malang selama lima hari, kalau ada yang positif tidak kota pulangkan,” tambah Yuniman.

Lebih lanjut, Yuniman menyampaikan, jika ditemukan pekerja yang positif terpapar Covid-19 dari hasil swab, maka dia harus menjalani isolasi di Safe House Kepanjen, Malang selama setidaknya 10 hari. Sejauh ini tidak banyak ditemukan hasil PMI yang dipulangkan terdeteksi positif Covid-19. “Kekhawatiran pasti ada, namun kita tetap upayakan agar terjaga dan mencegah penularan tidak sampai dibawa masuk ke Kabupaten Malang,” tambahnya.

BACA JUGA :  Tekankan Kreatifitas, Sanusi Sindir Masih Banyak OPD Hanya Habiskan Anggaran

Kepulangan PMI Kabupaten Malang didominasi pekerja informal, seperti halnya pekerja rumah tangga. Kemudian diikuti pekerja pabrik atau Industri dan pengajar atau dosen di perguruan tinggi. Sementara dari segi wilayah, Kecamatan Sumbermanjing Wetan merupakan yang terbanyak diantara Kecamatan lain di Kabupaten Malang. Untuk diketahui, sejak dibuka Posko Penanganan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (29/04), sampai dengan Rabu (07/09), tercatat ada 30.529 orang telah pulang ke tanah air.

Mereka bekerja di luar negeri tersebar dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Taiwan, yang bekerja pada sektor informal. Kedatangan PMI ini melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo bersama dengan penumpang lain baik WNI dan WNA.

Untuk PMI dari Jatim sendiri, pulau garam Madura merupakan daerah kantong PMI seperti Kabupaten Sampang penyumbang terbesar yaitu 3.762 orang disusul Kabupaten Pamekasan 2.088 orang, Kabupaten Bangkalan  1.443 orang, untuk daerah lain yang sudah mencapai di atas 1000 yaitu Kabupaten Malang, Tulungagung, Blitar, Jember dan Ponorogo, dari Sumenep sendiri baru tercatat 952 orang PMI.

Saat ini di Kabupaten Malang, sebanyak 43 orang PMI tengah menjalani sisa waktu karantina mereka. “Yang berada di Malang saat ini 43 orang pekerja migran. Setiap hari dilakukan penjemputan, kalau kendalanya tidak terlalu signifikan dampaknya, hanya semisal ada yang tidak mau karantina, namun kita tetap kita komunikasikan secara persuasif,” terang Yuniman.(Tyo/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here