Mangkrak, Pedagang Keluhkan Ketidakpastian Relokasi ke Pasar Sumedang

0
54
Foto: Pasar Sumedang yang berlokasi di Kepanjen Kabupaten Malang tampak mangkrak ditumbuhi timbuhan liar lantaran tak segera terealisasi pemindahan pedagang.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Penantian panjang para pedagang Pasar Sumedang yang menempati area pasar yang baru, tampaknya segera terealisasi. Para pedagang yang rencananya akan direlokasi masih mengeluhkan kepastian kapan akan dipindahkan, Pemkab Malang menjanjikan segera terealisasi akhir tahun 2021 atau pada awal 2022.

Sejak ditargetkan rampung 2019 lalu, pasar yang dibangun sejak tahun November 2015 tersebut belum memiliki lahan parkir yang memadai. Bukan itu saja, di pasar ini juga belum memiliki sambungan listrik. Sejatinya pasar tersebut sudah mencapai 90 persen pembangunan. Namun, menurut Pemkab Malang tahap akhir penyelesaian pasar masih terkendala refocusing anggaran.

Pemkab Malang menyanggupi pembangunan Pasar Sumedang rampung pada akhir tahun 2021 atau awal 2022. Target tersebut dipastikan molor dari target sebelumnya pada tahun 2019, renovasi Pasar Sumedang merupakan proyek bernilai Rp 20 miliar yang dikerjakan sejak tahun 2018. Pasar tersebut berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Malang. Menurut pantauan, kondisi pasar tampak kurang terawat dengan ditumbuhi tumbuhan liar di sekitar area pasar. Sedangkan para pedagang, ditempatkan di sisi utara pasar dengan kios-kios yang dibangun mandiri.

“Di sini sudah empat tahun, dijanjikan sejak 2017 lalu sampai sekarang ya masih nunggu,” ungkap Nur Salim, salah seorang pedagang yang berada di kios utara pasar saat ditemui di tempat dagangannya.

Nur Salim mengeluhkan ketidakpastian pemindahan para pedagang ke dalam pasar, sedangkan kondisi pasar yang kurang layak juga mempengaruhi penjualan. Masalah tersebut ditambah dengan kebijakan PPKM yang menyebabkan daya beli masyarakat yang semakin menurun. Ia juga mengaku, banyak pedagang lain beralih tempat ke pasar yang dinilai lebih ramai.

“Sekarang sepi pembeli, kali tidak berani belanja stok banyak, harus dikurangi. Beberapa ada yang  pindah ke pasar lain karena sepi,” terang pria yang berdagang sayur dan sembako tersebut.

Nasib serupa juga diakui Jumali, salah seorang pedagang sayuran yang berada di sisi ujung utara sebelum pintu masuk pasar. Ia mengaku kecewa karena tidak ada kepastian, keluhannya bertambah lantaran kios yang dijanjikan tak cukup besar dibanding blok pasar yang sebelumnya ia tempati. Tentu hal tersebut berpengaruh pada kenyamanannya berjualan.

BACA JUGA :  Hari Guru, UMM Mengenang Sang Guru Bangsa dengan Melaunching 3 Buku tentang Malik Fadjar

“Sudah dari dulu ya, katanya segera serah terima, tapi tidak jadi-jadi sampai sekarang, saya ya tidak tahu banyak, sedangkan tetap harus jualan,” ujar Jumali yang dijanjikan kios di bagian hanggar belakang. Dirinya berharap pemindahan sekitar 400 pedagang yang tengah ditampung di sisi utara segera direalisasikan.

Di sisi lain, Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) yang bertanggungjawab sebelum diserahkan ke Disperindag, menjanjikan pekan ini akan segera digarap. Pengerjaan yang dimaksud yakni instalasi listrik dan pos jaga. “Kita sudah menyusun draf serah terima, saat ini sedang merampungkan. Belum ada pelaksanaan, namun akan segera dirampungkan instalasi listrik dan pos jaga terlebih dahulu,” kata Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Khairul Kusuma saat dikonfirmasi.

Khairul juga menambahkan, telah disiapkan dana sekitar 200 juta untuk pengerjaan instalasi listrik dan pos jaga. Sedangkan di tahap berikutnya, pengerjaan dilakukan pada lahan parkir. Ia menjanjikan akan segera melakukan serah terima kepada Disperindag, serta akan segera memindahkan pedagang.

“Selesai serah terima nanti pedagang di bedak luar di sebelah utara bisa dipindah kedalam dan di hanggar. Setelah pindah, kalau ada anggaran di tahun depan baru kita garap lagi yang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khairul menerangkan bahwa kontrak yang diperoleh merupakan kontrak tahun bertahap. Sehingga pembangunan tergantung ketersediaan anggaran. “Itu sesuai ketersediaan anggaran kita, Dianggarakan Rp 200 juta untuk listrik dan pos jaga saja. Setelah itu serah terima sudah bisa dilaksanakan tahun ini, agar segera bisa dipindah,” imbuhnya. (Tyo/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here