Peduli Terhadap Moral, Formart Institute Adakan Edukasi Medsos Bagi Pemuda

0
55
Foto: kegiatan diskusi publik dengan tema Runtuhnya "Moral di Era Media Sosial" yang dilaksanakan oleh Formart Insitute bekerja sama dengan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Institute Ilmu Ke-Islaman Annuqayah (Instika)

SUMENEP, PIJARNEWS.ID – Sebagai bentuk kegelisahan terhadap realitas sosial terutama pada kaula muda dari dampak adanya teknologi dan media sosial (medsos), kelompok pemuda yang tergabung dalam Formart Insitute (Forum Masyarakat Rombiya Timur), Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, menggelar diskusi publik dengan tema Runtuhnya “Moral di Era Media Sosial” pada Minggu sore (26/9) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan di mushola Sumber Rajhah desa setempat, yang bekerja sama dengan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Institute Ilmu Ke-Islaman Annuqayah (Instika) Guluk – Guluk, Sumenep ini, di isi oleh Sofiati, salah satu mahasiswa Instika Guluk-Guluk.

Nasiri, Ketua Formart Institute mengatakan, kegiatan kajian ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Formart, dengan tema kajian yang berbeda – beda. Program tersebut diharap bisa menambah wawasan keilmuan bagi segenap pemuda yang ada di desa setempat. “Program kajian ini sebenarnya adalah forumĀ  diskusi, sehingga teman – teman bisa belajar bersama-sama,” katanya.

Lebih lanjut Nasiri menambahkan, tema tersebut diusung sebagai respon atas kondisi masyarakat terutama kalangan pemuda, terkait kondisi moral atau akhlak. Karena diakui atau tidak, dampak media sosial sangat berpengaruh terhadap perilaku dan pola pikir (mindset) pemuda.

“Saya tidak bilang media sosial itu buruk, tapi kalau dampak negatifnya banyak, tergantung si penggunanya”, terangnya.

Menurut Nasiri, platform media sosial yang ada saat ini semua baik, akan tetapi justru banyak dimanfaatkan untuk hal – hal yang kurang bermanfaat. “Kalau contoh dampak negatif banyak ya, misal medsos dijadikan sebagai alat menyebar informasi hoax dan lain – lain. Namun dampak positifnya banyak juga, seperti dijadikan tempat jualan online dan lain sebagainya”, jelas Nasiri.

BACA JUGA :  Pelantikan Bupati dan Wabup Sumenep Diundur, Sekda Belum Terima SK Plh

“Oleh sebab itu, kami berharap dengan adanya kajian tersebut bisa sedikit merubah tatanan moral semakin baik, terutama dalam menggunakan media sosial dengan baik,” pungkasnya. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here