Insentif Nakes Belum Cair, Pemkab Malang: Masih Membahas Besaran Insentif Vaksinator

0
68
Pemerintah Kabupaten Malang masih membahas standar nominal yang bakal diberikan kepada vaksinator

MALANG, PIJARNEWS.ID – Vaksinator di Kabupaten Malang masih belum menerima insentif khusus vaksinator. Kabarnya, Pemerintah Kabupaten Malang masih membahas standar nominal yang bakal diberikan kepada vaksinator. Selain insentif, vaksinator yang bertugas secara insidentil akan diberikan uang saku dalam hitungan harian.

Salah satunya di Kecamatan Singosari, Malang. Kepala Puskesmas Singosari, Firmina Tri Rahayu membenarkan bahwa vaksinator di Kecamatan Singosari masih belum menerima insentif khusus. Utamanya yang berada di Puskesmas sebagai vaksinator reguler.

“Memang belum kalau untuk insentif vaksinator sendiri, (tapi) kalau insentif nakes untuk penanganan Covid-19 sudah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (29/9) kemarin.

Namun pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai besaran yang rencananya akan didapatkan masing-masing vaksinator. “Untuk besaran nominalnya sudah disosialisasikan Dinkes, skemanya apakah bertahap atau akumulasi kami masih belum mendapat informasi,” singkatnya.

Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan masih membahas standar nominal pemberian insentif vaksinator, namun untuk standar maksimal sudah ditentukan.

“Sementara kita masih mengatur standarnya, harus jelas. Untuk standar maksimal sudah ditentukan. Dalam sebulan untuk Dokter Rp 2,5 Juta, Paramedis dan Bidan Rp 2 juta, untuk petugas administrasi Rp 1,5 juta,” terang Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, saat dikonfirmasi terpisah.

Jumlah itu, lanjut Arbani, diperuntukkan bagi tenaga kesehatan vaksinator yang bertugas secara reguler di gerai puskesmas. Selain insentif khusus vaksinator reguler, tenaga vaksinator yang bertugas dalam vaksinasi insidentil berhak mendapatkan uang saku.

BACA JUGA :  UMM-Pemkab Malang Bangun PLTMH Sumber Jeruk

“Untuk petugas vaksinasi insidentil seperti di vaksinasi massal akan diberi uang saku sebesar Rp. 100 ribu per orang per hari sejak pertama melakukan vaksinasi insidentil,” jelas mantan Direktur RSUD Lawang ini.

Saat ini, kata Arbani, selain membahas standar insentif nakes, pihaknya masih berfokus mewujudkan Kabupaten Malang menjadi nihil penularan corona. Targetnya semua lembaga di Kabupaten Malang sudah mengatur dan melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari lembaga pendidikan hingga pariwisata.

“Saat ini fokusnya penanganan Covid-19, kalau ada yang terpapar corona harus segera di-tracking dan yang bersangkutan harus isolasi mandiri. Supaya tak membuat klaster baru. Itu saja harapannya bisa zero penularan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemkab Malang menargetkan vaksinasi harian sebesar 35 ribu per hari. Saat ini ketercapaian vaksinasi mencapai 30 persen. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam rekapitulasi rincian belanja refocusing Dana Alokasi Umum (DAU), sebesar 8 persen yang diarahkan untuk penanganan Covid-19, jumlah anggaran yang melekat di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan dialokasikan untuk vaksinasi Covid-19 adalah sebesar Rp 10.999.760.000.

Jika dirincikan, sebesar Rp 1.209.760.000 untuk dukungan operasional pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sisanya sebesar Rp 9.790.000.000 untuk insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi Covid-19. (Tyo/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here