Direktur DEEP : Tayangan Pornografi Saat Penggerebekan Pinjol Oleh TV Nasional Dinilai Langgar Etika Media

0
223
Direkur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati, sangat menyayangkan tayangan pornografi dengan memperlihatkan perempuan berfoto bugil dalam program berita breaking news pada Senin (18/10)

PIJARNEWS.ID – Direkur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati sekaligus aktivis perempuan yang konsen terhadap isu perempuan dan anak, sangat menyayangkan tayangan pornografi dengan memperlihatkan perempuan berfoto bugil dalam program berita breaking news pada Senin (18/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Terlepas dari tayangan tersebut ada unsur kesengajaan atau tidak, menurut Neni, tayangan pornografi tersebut dinilai melanggar etika media.

Pasalnya, selain ada dugaan melanggar UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), juga memiliki dampak sangat besar bagi masyarakat Indonesia yang dapat berpengaruh pada perilaku individu untuk melakukan penyimpangan serta melanggar nilai kesusilaan. “Padahal dalam regulasi jelas, program siaran wajib melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja, untuk itu program siaran yang memuat adegan seksual dilarang menayangkan ketelanjangan dan/atau menampakkan alat kelamin,” terang Neni.

Lebih lanjut Neni menyampaikan, penayangan tersebut tanpa ada sensor dan mengeksploitasi bagian-bagian tubuh tertentu. Neni mengkhawatirkan, apabila tayangan seperti ini dinormalisasi dan tidak ada tindakan tegas dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, maka harapan publik untuk dapat menciptakan tayangan yang sehat dan berkualitas sulit terwujud.

Neni berharap, stasiun televisi memiliki kesadaran tinggi, komitmen yang kuat dan lebih peduli dengan perasaan publik yang menikmati tayangannya.
Neni pun mengapresiasi langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Jawa Barat yang cepat dalam menanggapi laporan dan aduan masyarakat atas tayangan yang tidak bermutu. “Sudah selayaknya KPID Jabar sebagai lembaga penyiaran yang bertugas mengawasi tayangan program memiliki tanggungjawab moril kepada publik,” pungkas Neni pada press releasenya, Kamis (21/10). (Hen)

BACA JUGA :  Usai Diterjang Puting Beliung, PAC Pemuda Pancasila Tarik Sidoarjo Salurkan Bantuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here