Ketika Dosen UMM Merebut Tafsir Pancasila Melalui Buku

0
273
Dr. Nurbani Yusuf, M.Si, penyusun buku "Merebut Tafsir Pancasila"

MALANG, PIJARNEWS.ID – Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai penafsiran terkait Pancasila, baik itu tafsir dari golongan abangan dan organisasi masyarakat (Ormas). Hal tersebut melatarbelakangi Dr. Nurbani Yusuf, M. Si., dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyusun buku dengan judul “Merebut Tafsir Pancasila”.

Ditanya ihwal buku tersebut, Nurbani, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa buku ini secara umum membahas terkait pancasila ibarat rumah kosong yang akan ikut berubah sesuai dengan penghuni yang mengisi. Begitu pula dengan warna Pancasila, tergantung bagaimana orang menafsirkan. Sebuah tafsir Pancasila sukar untuk disamakan,karena setiap individu memilki pandangan tersendiri terkait Pancasila.

“Warna pancasila akan menjadi dasar negara yang harus ditegakkan, jika ditafsirkan oleh orang abangan dan akan menjadi sangat agamis, ketika ditafsirkan oleh ulama. Maka dari itu, warna Pancasila tergantung dari orang yang menafsirkan” terangnya.

Lebih lanjut, Nurbani juga menyayangkan masih banyaknya oknum yang menyelewengkan Pancasila. “Terlebih lagi beberapa dari kalangan ulama yang justru menentang Pancasila dan menyebutnya sebagai ‘taghut’. Kenyataannya, Pancasila sendiri dirancang dan disusun dari golongan ulama, salah satunya Ki Bagus Hadi Kusuma. Dari sejarah tersebut, para ulama dan tokoh lainnya merancang Pancasila sebagai landasan bernegara dan bermasyarakat tanpa mendiskreditkan golongan tertentu,” paparnya.

Menurut Nurbani, sebagai warga negara Indonesia, diharuskan untuk bisa menafsirkan Pancasila dengan baik. Hal itu bertujuan untuk mempermudah orang-orang sekitar dalam memahami dan hidup sesuai dengan insitasi pendidikan. Begitupun agar dasar Negara ini tidak diselewengkan dan diperdebatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA :  Mahasiswa UMM Menginisiasi Adanya Kampung Budaya Di Tulungagung

Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini pun berpesan, agar tidak mempertentangkan Pancasila dan agama. Menurutnya, hal itu akan menjadi hal yang sia-sia, karena hakikatnya Pancasila sendiri disusun oleh kalangan ulama. Adapun buku yang ia tulis itu berusaha menyelaraskan antara Pancasila dan syariat Islam. “Dalam buku ini saya berusaha menyelaraskan nilai-nilai Pancasila dengan syariat Islam, yang menjadi landasan dalam bernegara di Indonesia ini,” imbuhnya.

Terakhir, Nurbani berharap melalui buku ini ia bisa menghidupkan kembali pemikiran Pancasila. Mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan tidak terlena dengan kejadian dan isu politik. Utamanya mengembalikan nilai-nilai pancasila di masyarakat yang bersifat filosofis. “Saya berharap bisa menghidpukan pemikiran dan nilai-nilai pancasila filosofis. Tujuannya adalah, agar bisa diimplementasikan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here