Airlangga Hartarto Tekankan Transformasi Ekonomi di Wisuda UMM

0
547
Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia menyampaikan dalam Wisuda 101 Periode ke III Univeesitas Muhammadiyah Malang (UMM) "Meski masih di masa pandemi, perekonomian Indonesia nyatanya bisa meningkat 7,07 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir."

MALANG, PIJARNEWS.ID – Meski masih di masa pandemi, perekonomian Indonesia nyatanya bisa meningkat 7,07 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Data tersebut disampaikan oleh Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. m, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia (RI). Ia menyampaikan hal tersebut pada Wisuda 101 Periode ke III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertempat di Hall Dome UMM yang diadakan secara luring dan daring pada Selasa (02/11) kemarin.

Airlangga menjelaskan, bahwa untuk jangka pendek, Pemerintahan Indonesia berupaya untuk mengurangi pengangguran yang sempat naik. Begitupun dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia maju, maka Pemerintah tengah merancang tranformasi ekonomi. Rancangan itu akan memanfaatkan era industry 4.0 di tujuh sektor prioritas. “Berbekal rancangan transformasi ini, kami menargetkan Indonesia bisa masuk sepuluh besar di perekonomian pada tahun 2030 nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia memaparkan, bahwa untuk melakukan revolusi struktural perlu adanya implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibuslaw. Perkembangan yang diiringi dengan teknologi dan digitalisasi menjadi hal yang penting. Selain itu, sektor pendidikan dinilai menjadi ujung tombak perubahan pada sektor industri dengan mempersiapkan re-training dan re-skilling.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan, dari segi kewirausahaan, Indonesia masih berada di 3,7 persen. Angka ini masih terus diupayakan untuk ditingkatkan ke 5 persen. Beberapa cara yang ia jelaskan untuk meningkatkan jumlah wirausaha adalah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP), terkait kemudahan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Peraturan itu juga harus berisi terkait bagaimana memperbanyak incubator usaha.

BACA JUGA :  Akibat Pandemi, Mahasiswa UMM Buat Aplikasi Pengaduan Masyarakat Tingkat RT/RW

“Harapan saya, saya bisa mendirikan incubator-incubator di Kampus Putih UMM. Dengan begitu, fakultas dengan akreditasi A mampu menghasilkan wirausahawan yang berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga sempat menyinggung mengenai Indonesia yang masuk dalam sepuluh besar dunia industri halal. Tidak mengejutkan, mengingat jumlah penduduk muslim yang dimiliki juga tinggi. Adapun hasil produksi halal masih didominasi pada industri makanan dan minuman.

Airlangga juga memaparkan bahwa UU Cipta Kerja nyatanya akan memudahkan industri halal, salah satunya terkait dengan sertifikat halal gratis bagi para pengusaha. Pada akhir orasinya, ia mengatakan perlu adanya sinergitas yang kuat dari berbagai aspek. “Dalam usaha meningkatkan ekonomi Indonesia maju, perlu adanya sinergi antara sektor pendidikian, industri dan media,” pungkasnya.

Di sisi lain, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., menjelaskan bahwa para wisudawan dapat duduk dan mengikuti prosesi wisuda berkat perjuangan dan kerja keras yang dilakukan. Ia mengibaratkan seekor ulat yang terus berjuang untuk menjadi kupu-kupu, melalui berbagai evolusi dan perubahan.

Pada akhir penyampaiannya, Fauzan juga mengatakan bahwa para lulusan memiliki hak untuk sukses, tetapi dalam kesuksesan tersebut masih memilki tanggung jawab, yaitu tetap berbakti kepada orang tua. “Selalu minta doa dan restu orang tua saudara di berbagai tujuan dan mimpi. Semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap rencana-rencana saudara,” tuturnya mengakhiri. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here