Menteri Terlibat Bisnis PCR, DPD IMM Jatim Ajukan Sikap ke Presiden

0
1120
Andreas Susanto - Ketua Umum DPD IMM JATIM

JEMBER, PIJARNEWS.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur, IMMawan Andreas Susanto. Menyampaikan kekecewaannya atas keterlibatan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam Bisnis Alat Tes SWAB Polymerase Chain Reaction (PCR). “DPD IMM Jawa Timur sangat kecewa atas keterlibatan beberapa menteri yang diduga meraup keuntungan di tengah rakyat yang dalam kondisi buntung secara ekonomi. Di tengah ketidakstabilan ekonomi masyarakat karena terdampak Pandemi Covid-19, seharusnya pemerintah fokus dalam peningkatan percepatan ekonomi rakyat. Apalagi Pandemi ini masih belum usai”, ujar Andreas Susanto pada Sabtu (6/11).

Andreas menilai, terlibatnya beberapa menteri dalam bisnis PCR ini memperkuat asumsi, bahwa di tengah buntungnya rakyat secara ekonomi ada yang meraup keuntungan. “Rakyat Indonesia mengalami kemerosotan secara ekonomi karena terdampak Pandemi Covid-19, dimana jumlah kemiskinan saat ini jumlahnya¬† 15-17%, data sebelumnya menunjukkan hanya 9,5%. Artinya, jumlah kemiskinan di Indonesia meningkat hingga 7%,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andreas menuturkan jumlah kemiskinan yang semakin meningkat berbanding terbalik dengan melonjaknya harta kekayaan para pejabat, yang paling mencolok adalah Luhut Binsar Panjaitan dengan kenaikan harta senilai Rp. 67.747.603.287 dan berubah memiliki harta Rp 745.188.108.997 total kekayaan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Rp. 677.440.505.710 selama masa Pandemi.

Lonjakan harta kekayaan yang fantastis ini memperkuat dugaan keterlibatan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam pusaran Bisnis Alat Tes SWAB Polymerase Chain Reaction (PCR) bersama dengan PT. Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Tidak tanggung-tanggung, 2 perusahaan yang berafiliasi langsung dengan Luhut yakni PT. Toba Sejahtra dan PT. Toba Bumi Energi tercatat mengantongi 242 lembar saham senilai Rp. 242 juta di GSI.

BACA JUGA :  Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan, Kementerian ESDM Atur Regulasi PLTS Atap

Andreas mengungkapkan kekhawatirannya jika keterlibatan para menteri dalam bisnis tes swab PCR ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Skandal kasus mega-korupsi Bantuan Sosial yang dilakukan oleh eks Mensos Juliari Batubara, masih menyisakan luka yang amat mendalam di benak rakyat Indonesia, jangan sampai dengan terlibatnya Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir dalam bisnis tes Swab PCR ini menambah kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada bapak Presiden Jokowi, kami dari DPD IMM Jawa Timur memohon dua hal;

Pertama, agar Bapak Presiden melakukan evaluasi terhadap perilaku para Menteri Bapak yang terlibat dalam bisnis tes Swab PCR, lantaran perilaku mereka tidak etis di tengah kondisi ekonomi yang sulit, serta dikhawatirkan dapat memperburuk citra Bapak Presiden. Kedua, meminta agar Presiden Jokowi melakukan revolusi mental di internal kabinet bapak. Karena, mentalitas beberapa Menteri Bapak jauh dari apa yang bapak sudah gaungkan selama ini dengan gagasan “Revolusi Mental”. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here