Hadir Secara Virtual, Menko PMK Berikan Orasi Pada Dies Natalis ke 57 Universitas Jember Ajak Tangani Stunting

0
761
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan orasi secara daring pada Dies Natalis ke-57 Universitas Jember

JEMBER, PIJARNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta agar Universitas Jember turut membantu Pemerintah dalam menangani masalah stunting. Permintaan ini disampaikan oleh Muhadjir Effendy saat memberikan orasi secara daring dalam peringatan Dies Natalis ke 57 Universitas Jember di auditorium pada Rabu (10/11). Permintaan ini salah satunya berdasarkan pada keberhasilan Universitas Jember melakukan program Kuliah kerja Nyata (KKN) tematik penanganan stunting sejak tahun 2018, keberhasilan KKN tematik penanganan stunting ini telah dipresentasikan oleh Rektor Universitas Jember pada ajang Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting pada 23-24 Agustus lalu.

“Pemerintah menargetkan angka stunting yang saat ini masih di angka 27 persen, pada tahun 2024 nanti akan turun menjadi di bawah angka 14 persen. Sebuah target yang berat, tapi bukan misi yang tidak bisa dicapai. Tentunya dengan gotong royong dan kerjasama dengan semua pihak,” ujar Muhadjir Effendy yang semula dijadwalkan akan ke Jember untuk menyampaikan orasi secara langsung.

Menurut mantan Rektor UMM tersebut, penanganan stunting pada seribu hari kehidupan pertama seorang anak harus mendapatkan perhatian serius sebab bakal menentukan nasib masa depannya dan masa depan bangsa juga. Dari laporan Bank Dunia tahun 2020 lalu, 54 persen angkatan kerja Indonesia ternyata pernah mengalami stunting. “Kondisi ini membuat angkatan tenaga kerja kita sulit bersaing di pasar kerja. Jika kita gagal mengatasi stunting, maka bonus demografi yang semula diproyeksikan akan dinikmati pada tahun 2045 saat peringatan kemerdekaan RI ke seratus tahun akan gagal, dan Indonesia akan masuk ke dalam middle income trap,” katanya.

BACA JUGA :  Belasan Rumah Warga di Jember Rusak Berat Akibat Angin Puting Beliung

Kedua, hantaman pandemi Covid-19 membuat laju perekonomian melambat, dampaknya kini ada kurang lebih 9 juta orang penganggur di Indonesia. Sementara itu setiap tahun ada tambahan 3,6 juta angkatan kerja baru dimana 1,8 juta orang adalah lulusan perguruan tinggi. Mengantisipasi hal tersebut, tentunya perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk membekali lulusan dengan kemampuan berwirausaha. “Sesuai program Presiden Jokowi di masa kepemimpinannya yang kedua yang memberikan prioritas pada pembangunan sumber daya manusia yang profesional, produktif, berdaya saing dan berkepribadian kuat,” ujar mantan Mendikbud 2016-2019 itu.

Oleh karena itu, lanjut Muhadjir Effendy, bahwa penanganan stunting dan mengatasi pengangguran menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dunia pendidikan tinggi. Pasalnya kesehatan dan pendidikan bak dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. “Saya mengapresiasi pemilihan tema Dies Natalis ke 57 Universitas Jember yang mengambil tema Kampus Gotong Royong Untuk Indonesia Tangguh, sebab sesuai ajaran Presiden Soekarno, gotong royong adalah intisari dari Pancasila atau ekasila,” pungkas pria kelahiran Madiun tersebut.

Sementara itu sebelumnya, Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menyampaikan pidato tahunan yang menjelaskan pencapaian Universitas Jember selama setahun ini. “Universitas Jember memiliki sumber daya manusia dengan berbagai kepakaran dan latar belakang yang beragam, saya membayangkan jika kita semua bisa bergotong royong maka insya Allah rintangan apapun bisa kita lalui. Istilahnya work in harmony, nurturing the future,” jelasnya terkait tema yang dipilih dalam peringatan Dies Natalis ke 57 Universitas Jember. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here