Kabupaten Sampang Pelopor Paving 3D Melalui Program Lokakarya Kotaku

0
236
Kegiatan Lokakarya KOTAKU yang diikuti oleh pelaku program kotaku dari tingkat kabupaten sampai masyarakat, digelar secara daring dan tatap muka

SAMPANG, PIJARNEWS.ID – Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Sampang, menyelenggarakan lokakarya yang diikuti oleh pelaku program Kotaku dari tingkat Kabupaten sampai masyarakat. Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, digelar melalui tatap muka serta daring via Zoom Meeting terutama para narasumber dari luar Sampang pada Kamis (18/11).

Diikutisebanyak 30 orang peserta, Lokakarya juga turut dihadiri oleh Bappelitbangda, Dinas PRKP, Camat, Kepala Desa, FKa-LKM, LKM yang ada di 4 desa, yakni Desa Sejati, Desa Banjar Talela, Desa Taddan Kecamatan Camplong dan Desa Jelgung Kecamatan Robatal.

Para peserta berkumpul di ruang aula utama Bappelitbangda Kabupaten Sampang, acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB yang dibuka oleh Rekyan Puruhita Sari, ST., M.Sc. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah 1 Propinsi Jawa Timur, ia mengapresiasi Kabupaten Sampang yang mampu melaksanakan program KOTAKU tahun 2021, yang mana ini pertama kali Kabupaten Sampang berpartisipasi dalam Program KOTAKU.

Tujuan dari diadakan Lokakarya ini diantaranya yakni, untuk mengetahui dan memahami capaian dan target penanganan kumuh Kabupaten Sampang. Memahami kebijakan dan strategi Pemerintah Daerah dalam penanganan kumuh, menyusun strategi pelaksanaan kegiatan pembangunan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai stakeholder. Mampu memetakan isu-isu strategis penanganan kumuh, serta menentukan mekanisme koordinasi serta konsolidasi sebagai dari sinergi kolaborasi penanganan kumuh Kabupaten Sampang.

Rekyan Puruhita Sari, ST., M.Sc, Pejabat Pembuat Komitmen/PPK Jawa Timur

Kepala Bappelitbangda mengawali materi dengan membahas tentang Kebijakan Daerah dalam Penanganan Kumuh, yang dilanjutkan oleh perwakilan OSP 3 Jawa Timur, Samsul Ma’arif, yang menyampaikan Target dan Capaian Program Penanganan Kumuh dalam Program KOTAKU. Lalu dilanjutkan dengan paparan Best Practice dari KPP Mulia Bersama Desa Jelgung.

BACA JUGA :  Mahasiswa UMM Angkat Citra Positif Kawasan Zona Merah Kalilanang Kota Batu

Hari pertama kegiatan Lokakarya diakhiri dengan sesi diskusi atau tanya jawab dari para peserta. Program KOTAKU yang dapat membawa perubahan wajah yang ada di Desa Jelgung dengan pekerjaan paving yang memakai paving 3D, dimana Kabupaten Sampang menjadi pelopor paving 3D. Abdul Hamid, Kepala Desa Jelgung, memberikan Apresiasi pada Program Kotaku.

Ia juga mewakili pernyataan dari kepala desa yang lain, yang dimana hasilnya sangat memuaskan, yang kemudian Abdul Hamid berharap di tahun depan berharap lagi Program Kotaku ada di desanya. Begitu juga dengan para LKM memiliki harapan yang serupa, agar ditahun depan bisa mendapatkan Program Kotaku di desanya, karena infrastruktur yang dibangun Kotaku sangat bermanfaat bagi masyarakat. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here