Untuk Jadi Pemimpin, Maba UMM Diberi 5C

0
871
Diklat Bela Negara Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu (20/11). Ratusan mahasiswa baru dilatih untuk menguatkan fisik dan mental agar dapat melewati perkuliahan dengan maksimal.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Rangkaian panjang Diklat Bela Negara Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akhirnya berakhir pada Sabtu (20/11). Ratusan mahasiswa baru dilatih untuk menguatkan fisik dan mental agar dapat melewati perkuliahan dengan maksimal. Selama enam hari, para mahasiswa baru diharuskan menginap di Pusat Pendidikan Arteri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud).

Rangkaian acara resmi diakhiri dengan upacara penutupan yang khidmat. Adapun Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST. MT. didapuk menjadi inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) dan Diklat Bela Negara memiliki makna yang luar biasa. Salah satunya agar mahasiswa dapat mengetahui, memahami serta menumbuhkan kesadaran akan kebhinekaan.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan sudah mengenal dan menerapkan nilai-nilai dari empat pilar Indonesia. Di antaranya Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pada agenda bela negara ini, saudara-saudara juga sudah diberikan materi tentang nusantara, serta bagaimana pemuda menghadapi tantangan zaman. Semua itu disiapkan agar saudara-saudara bisa menyongsong masa depan dengan baik,” tuturnya.

Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST. MT. didapuk menjadi inspektur upacara dalam Diklat Bela Negara Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM

Nur Subeki, panggilan akrabnya, juga menyampaikan bahwa adanya Covid-19 telah mengubah pola kehidupan. Hal serupa juga mengakibatkan cepatnya implementasi revolusi industri 4.0 dengan pola-pola digitalnya. Beberapa pola yang Nur Subeki sampaikan antara lain internet of thing dan remote controlling technology. Di samping itu, belakangan juga muncul pola-pola digital farming serta artificial intelligent (AI).

BACA JUGA :  Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Roasting Biji Kopi Teknologi Baru

“Mahasiswa baru harus segera berbenah dan menyiapkan diri. Memahami berbagai pola digital yang semakin ke sini semakin banyak. Setelah itu, memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi-inovasi solutif di tengah masyarakat nanti,” tambahnya.

Selain memahami pola digital, Nur Subeki juga menuturkan bahwa menjadi seorang pemimpin juga harus menguasai 5C. Pertama, Communication yakni kemampuan untuk bisa berinteraksi dengan baik sehingga mampu memunculkan kesempatan-kesempatan. Kemudian kemampuan Critical thinking dan Creative and innovative. Ia mengatakan bahwa berpikir kritis akan memberikan jalan keluar dari sbeuah masalah, sementara kreativitas akan memberikan hal-hal baru yang bisa membantu masalah terkait.

“Dua yang terakhir yakni Collaboration dan Confindence. Maka, gantungkan cita-cita saudara setinggi langit dan bangunlah tangga untuk menggapainya. Ingatlah semboyan Kampus Putih! ‘Student Today, Leader Tomorrow’,” pungkasnya. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here