Wujudkan Kader Berkualitas, AMM Kabupaten Malang Gelar Bincang Kader Bersama Warek III UMM

0
1504
Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki (tengah) saat menjadi pembicara utama dalam acara bincang kader yang diadakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Malang

MALANG, PIJARNEWS.ID – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Malang menggelar acara Bincang Kader di Pan Java, Mulyoagung, Dau, pada Sabtu (25/01). Dalam event tersebut, AMM Kabupaten Malang menggandeng Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki sebagai pemantik diskusi sekaligus merupakan pembicara utama.

Acara yang bertajuk “Kontribusi Kader untuk Persyarikatan dan Bangsa” itu diawali dengan pemaparan dari masing-masing Ketua Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, yakni Yidhistira Ananta, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Malang, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Malang, Yenik Kholifatul Lalia, Jumain, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Malang, serta dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya di wakili oleh Sekretaris Umumnya, M Farros Imaroh.

Acara yang dikemas melalui diskusi itu berlangsung cukup gayeng dan menarik, lantaran masing-masing ortom punya ciri khas dan lahan dakwah yang berbeda. Yudhistira Ananta memaparkan bahwa permasalahan di lingkup pelajar saat ini semakin kompleks.

Menurutnya, pada masa kepemimpinannya ini IPM Kabupaten Malang siap melahirkan pelajar-pelajar kreatif dalam segala bidang.

“IPM Kabupaten Malang siap melahirkan kader-kader kreatif di lingkup pelajar, karena kita tahu di era disrupsi ini banyak sekali peluang bagi pelajar untuk ambil peranan,” katanya.

Sementara itu, Yenik Kholifatul Laila juga turut memaparkan kontribusi PDNA Kabupaten Malang sejauh ini. Perempuan Alumni Magister UIN Malang itu menyebut bahwa PDNA sejauh ini turut andil dalam setiap persoalan keummatan dan kebangsaan.

“Sebagai salah satu contohnya, kemarin pada Pilkada 2020, banyak kader kita yang menjadi penyelenggara, seperti PPK dan lain-lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yenik mengaku bahwa berjuang di Nasyiatul ‘Aisyiyah butuh banyak pengorbanan. “Selain waktu kadangkala urusan keluarga menjadi persoalannya,” imbuhnya.

Namun, Yenik optimistis bahwa PDNA Kabupaten Malang akan berkomitmen untuk mewujudkan perempuan-perempuan muda tangguh di Muhammadiyah.

Berbeda dengan Yenik, M Farros Imaroh menyampaikan pentingnya sinergitas antar kader. Farros memaparkan, bahwa PC IMM Malang Raya pada periode akan lebih fokus untuk mewadahi setiap potensi kader.

BACA JUGA :  UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Penutupan Pomprov 2022

“Nantinya setiap kader akan kami arahkan sesuai potensi yang dimiliki, ini penting karena akan lebih berdampak luas kepada kehidupan kader,” terangnya.

Pria Alumni Universitas Brawijaya Malang ini juga mengakui, bahwa kader Muhammadiyah penting untuk melakukan kolaborasi pada setiap aktivitas dakwah dan gerakannya.

“Kita hidup bukan lagi di era kompetisi, melainkan harus sudah berkolaborasi, seperti forum ini, dari sini akan lahir gagasan besar untuk memajukan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Farros.

Sementara itu, Ketua PDPM Kabupaten Malang, Jumain turut memberi pandangan terkait tema yang diangkat dalam diskusi. Ia memaparkan bahwa PDPM Kabupaten Malang bersama para ortom lainnya merupakan ujung tombak Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai kader Persyarikatan, menurutnya permasalahan ideologi harus tuntas semenjak menjadi pimpinan ortom.

“Ideologi harus sudah tuntas, kita punya jenjang perkaderan yang utuh mulai dari tingkat pelajar hingga tingkat pemuda,” ucapnya.

Jumain menambahkan, bahwa PDPM Kabupaten Malang akan terus berkomitmen melahirkan kader-kader unggul di setiap sektor. Bahkan dirinya menyebut, di tahun 2024 nanti PDPM Kabupaten Malang siap mendorong kader-kader terbaiknya untuk berkontestasi di setiap Daerah Pemilihan (Dapil).

“2024 nanti kita telah menyiapkan kader-kader terbaik untuk berkontestasi, minimal setiap dapil ada 1 yang kita jadikan,” tandasnya.

Usai para ketua ortom menyampaikan sambutannya, kesempatan selanjutnya diberikan kepada Wakil Rekor III Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Subeki untuk memberikan pemaparan.

Nur Subeki menjelaskan, bahwa sekarang kita berada di zaman yang penuh ketidakpastian. Itulah sebabnya perlu strategi khusus dalam menghadapinya. “Saat ini semua bisa berubah dengan cepat, kompleks, dan ambigu atau samar-samar, ini tantangan baru bagi kita,” jelasnya.

“Jadi perlu strategi sebagai kader diantaranya, Connection (jaringan), commitment (komitmen), Concept (konsep) dan character (karakter),” pungkasnya. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here