Lima Makna Isra’ Mi’raj, Perjalanan Agung Menuju Rahmat Allah SWT

0
734
Ali Ahmadi (Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqsa, Babat Lamongan)

27 Rajab, menjadi tanggal yang sangat penting bagi umat Islam, dimana pada malam hari tersebut terjadi Isra’ Mi’raj. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ke tujuh, untuk menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan Nabi-Nabi terdahulu.

Pengertian Isra Mi’raj tentunya perlu dipahami seluruh umat Islam. Arti Isra’ Miraj ini bisa dilihat dari kedua katanya. Isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah, ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Sementara Mi’raj, merupakan kisah perjalanan Rasulullah dari bumi naik ke langit ketujuh, kemudian dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT. Yakni menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Lantas, apa saja yang bisa diambil hikmahnya dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW? Pertama, yakni sebagai bukti Allah SWT menyayangi hamba-Nya. Ketika Rasulullah berada pada ujian yang luar biasa, Allah memberikan kepadanya peristiwa yang menunjukkan orang yang beriman sangat disayangi oleh Allah SWT.

Kemudian yang kedua, keimanan meningkat setelah cobaan. Allah SWT pun menjanjikan umat-Nya yang dapat melewati cobaan dengan baik, serta berpegang teguh pada syariat Islam. Maka dirinya akan memperoleh nikmat besar dari Allah SWT.

Yang ketiga adalah, memperbaiki kualitas salat. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah salat dari Allah SWT, yaitu 50 kali dalam sehari. Namun setelah diberi keringanan, jadilah lima waktu sehari. Maka jadikan shalat sebagai karunia bukan sebagai beban.

BACA JUGA :  Empat Kali Ketemu Buya Syafi’i Maarif dengan Ageman Batik yang Sama

Kemudian keempat, terjadi di malam hari. Perjalanan malam merupakan waktu sangat sepi, dan disinilah perlu dimaknai, bahwa Allah SWT sangat ingin melihat hamba-Nya yang benar-benar beriman. Malam hari juga disebut sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dibandingkan dengan waktu lainnya.

Lalu yang terakhir yakni mempercayai kekuasaan Allah SWT. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj mengajarkan bahwa Allah Maha Kuasa, karena perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut seolah tak masuk akal apabila dilakukan hanya satu malam. Untuk mempercayai kuasa-Nya memang memerlukan kacamata keimanan. Selain itu, kejadian dahsyat tersebut mempunyai makna dan hikmah Isra’ Mi’raj, bahwa mukjizat itu nyata dan hanya milik Allah SWT semata.

Kurang lebih seperti itulah makna dari Isra’ Mi’raj, perjalanan agung yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa. Perjalanan yang menjadi bukti rasa cinta Allah SWT terhadap hamba-Nya. Maka, Isra’ Mi’raj adalah titik awal melalui salat yang nantinya akan mengantarkan kita kepada rahmat Allah SWT, juga melalui rasa kasih dari Rasulullah kepada umatnya.

Selamat memperingati Isra’ Mi’raj 1443 Hijriyah, mari kita jadikan sebagai momen memperbaiki salat kita. Serta sebagai pengingat dan peningkatan iman atas kuasa Allah SWT. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here