Dedi Kurniawan : Kunci dalam Berorganisasi Adalah Cinta

0
304
Dedi Kurniawan saat memberikan stadium general pada Pelantikan PR. IPM MAM 11 Tahfidzul Qur'an Kranji Periode 2022-2023. (Anas/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Pelantikan Pimpinan Ranting  Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR.IPM) MAM 11 Tahfidzul Qur’an periode 2002-2023 dengan tema “Membangun Spirit Berorganisasi Dalam Mewujudkan Pelajar Yang Mandiri dan Berprestasi” diselenggarakan di aula Ponpes At-Taqwa Muhammadiyah Kranji, Kamis (17/3).

Alvin, Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC.IPM) Paciran dalam sambutannya mengatakan, bahwa pada saat ini kita sebagai kader IPM memiliki sebuah keuntungan, dengan adanya kemudahan akses ke pimpinan atas, baik ke Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Wilayah (PW), bahkan sampai Pimpinan pusat (PP) pun akses kita sangat terbuka lebar, mengingat pada saat ini juga era digital sangatlah merajalela.

“Namun, dengan ada sebuah kemudahan itu janganlah sampai kita tidak memanfaatkan dengan sebaik mungkin, pada intinya ini sebuah keunggulan untuk kita sebagai kader IPM dimanapun berada untuk semakin semangat berjuang di ikatan tercinta ini”, tambahnya.

Sementara itu Dedi Kurniawan, Direktur Lembaga Pengembangan Komunitas Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (LPK PP IPM) dalam stadium general menyampaikan, bahwa berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak lepas dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar. Sekaligus sebagai konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.

Situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an yaitu pada masa berjayanya orde lama dan Partai Komunis Indonesia (PKI), Muhammadiyah mendapat tantangan yang sangat berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya. “Oleh karena itu, IPM terpanggil untuk mendukung misi Muhammadiyah serta menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah,” terang Dedi.

BACA JUGA :  Unik! Pemuda Muhammadiyah Bango Seminar Membahas Kambing

Dengan demikian, lanjut Dedi, kelahiran IPM mempunyai dua nilai strategis. “Pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi”, ujarnya.

Dedi juga menuturkan, bahwa kunci dalam berorganisasi adalah cinta. “Kunci dan spirit saya dalam berorganisasi hanya terletak pada satu diksi, yaitu cinta. Tanpa adanya rasa cinta terhadap ikatan pelajar Muhammadiyah,” kata Mantan Ketua PW IPM Jatim tersebut.

“Saya dan kalian tidak akan bertahan di IPM sampai top level. Pun juga kalian jangan berharap mendapatkan sesuatu dari IPM sebelum kalian bisa mencintai IPM”, tandasnya.

Selanjutnya, untuk mewujudkan pelajar yang mandiri dan berprestasi. Menurut Dedi ada dua hal yang seharusnya sudah menjadi hal yang melekat dalam diri kader IPM. “Pertama, mandiri, mandiri dalam arti pelajar mampu melaksanakan kegiatan dengan baik, yaitu dalam hal 3 T (Tertib ibadah, Tertib belajar dan tertib organisasi),” terangnya.

“Kedua, prestasi, mari kita merubah paradigma lama yang mengartikan prestasi itu sesempit juara dan menang ataupun dengan nilai-nilai. Namun seksama kita harus tau bahwa prestasi kalian adalah karya. Maka teruslah berkarya, maka kalian akan berprestasi”, pungkasnya. (Anas M/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here