Inilah 4 Kriteria Bermuhammadiyah dengan Gembira

0
249
Sumber Foto: Farid Firmansyah Sekretaris PCM Rungkut Surabaya

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut, Surabaya kembali mengadakan Kajian Ahad Pagi pada Ahad, (20/3) kemarin. Pengajian yang dilaksanakan mulai dari pukul 7.30 hingga 09.00 WIB ini, bertempat di Panti Asuhan Yatim Piatu (PAYP) PCM Rungkut yang diikuti oleh mayoritas ibu-ibu.

Ketua Majelis Tabligh PW Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Sholihin, menjadi pemateri pada kajian kali ini. Membawakan tema “Bermuhammadiyah dengan gembira”, Abah Shol, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa Bermuhammadiyah dengan gembira adalah yang menjadi niat, semangat, dan tekad bagi kader, warga, dan simpatisan Persyarikatan.

Menurutnya, ada empat kriteria dalam Bermuhammadiyah dengan gembira. “Pertama, mengetahui dan mempraktekkan hal halal dan haram. Perbuatan halal dilakukan, perbuatan haram ditinggalkan. Meninggalkan haram diantaranya tahayul, bid’ah, churafat (TBC), syirik, dan lain-lain. Tidak lupa pula meninggalkan 3 (tiga) sifat, yakni iri dengki, munafiq, dan sombong. Sifat dan sikap ini jangan sampai dimiliki warga Muhammadiyah,” tegasnya.

Kedua, lanjut Abah Shol, yakni mewujudkan pesan saling mengingatkan, menasehati dalam kebenaran dan kesabaran diantara kita kaum muslim khususnya. “Ketiga, mengajak tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Misalkan berjamaah shalat wajib 5 waktu, zakat, infaq, shodaqah, wakaf, dan mengikuti pengajian atau kajian rutin Ahad pagi ini. Mengirim undangan di seluruh grup WA untuk mendatangi pengajian Islam dan Kemuhammadiyahan, baik dari PCM maupun PC ‘Aisyiyah Rungkut,” tandasnya.

BACA JUGA :  Mengenal SCCC, Lembaga Pemenuhan Hak dan Pendamping Hukum bagi Anak

Menurut Sholihin, kita perlu mendonasikan pikiran, tenaga, waktu, dan harta yang kita miliki untuk memakmurkan dan memajukan sarana-prasarana generasi berakhlaqul karimah dan Qur’ani di masa mendatang. Seperti membantu PAYP, MIM 27, TK ABA, Rumah Tahfidz, masjid/musholla, dan lain-lain yang dimiliki PCM Rungkut.

“Keempat, merealisasikan amar ma’ruf nahi munkar.
Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang bertujuan amar ma’ruf nahi munkar. Itu pula yang menjadi kepribadian Muhammadiyah, sejak sejarah awal berdiri hingga kapanpun. Dakwah amar ma’ruf nahi munkar ditujukan bagi perorangan dan masyarakat. Kedua bidang sasaran beramar ma’ruf nahi munkar, yakni bagi yang telah memeluk Islam bersifat pembaharuan (Tajdid). Tajdid ialah mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni, sedangkan bagi yang belum Islam bersifat seruan atau ajakan untuk memeluk agama Islam,” jelas Abah Sholihin.

“Untuk berMuhammadiyah dengan gembira penting memiliki 4 kriteria tersebut untuk dilakukan, sehingga menjadikan hidup sukses dan bahagia di dunia dan akhirat,” tandasnya.

Kajian Ahad Pagi tersebut turut dihadiri segenap pengurus PCM, majelis-majelis, Kepala MIM 27, Kepala TK ABA, takmir masjid, guru dan tenaga kependidikan di AUM, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), pengurus PAYP, para donatur, tetangga sekitar panti asuhan, dan dhuafa. Selain pengajian, acara tersebut dilanjutkan dengan agenda rutin panti yakni pembagian sembako bagi kaum dhuafa, keluarga, dan anak-anak binaan panti. (MS Suwaiby/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here