Sambut Ramadan, PRPM Kranji Gelar Pengajian

0
100
Fatih Futhoni saat memberikan tausiyah Pengajian Padang Bulan di PRPM Kranji (Anas M/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kranji Cabang Paciran menyelenggarakan Pengajian Padang Bulan dengan tema “Ramadhanku datang, Galauku hilang” pada Kamis, (24/3) lalu. Kegiatan yang bertempat di halaman perguruan Muhammadiyah Kranji ini, diawali dengan pembacaan pantun oleh MC (Master Of Ceremony).

Suwe ora mangan ketan
Ketane wadahe godong
Suwe ora pengajian
Mergane wayahe omicron

Suwandi, Sekretaris PRPM Kranji dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Pengajian Padang Bulan ini terselenggara atas kerjasama antara PRPM Kranji dengan Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Kranji.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keagamaan. Semoga kegiatan ini mampu menjadi semangat bersama untuk senantiasa beribadah, meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT,” papar Suwandi.

Sementara itu, Fatih Futhoni, M. Pd, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paciran dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa didunia itu ada taman surga. “Dan barangsiapa yang tidak mau masuk, maka di akhirat kelak tidak akan masuk surga,” terangnya yang mengutip pendapat Ibnu Taimiyah.

Lebih lanjut, Ustadz Futhoni, sapaan akrabnya mengatakan, taman surga di dunia adalah majelis ilmu. “Yang insya Allah kita semua ini termasuk manusia yang sedang di taman surga dunia. Kita semua akan di masukkan surga Allah SWT,” harapnya.

Menurut Ustadz Futhoni, ada tiga syarat masuk surga. “Pertama, mengetahui jalannya, yaitu senantiasa menempuh perjalanan untuk jihad mencari ilmu. Kedua tahu pintunya, yaitu senantiasa beramal sholih, solat, puasa, mengaji, menghormati kedua orangtua, dan berbuat baik sesuai syariat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kalangan Pelajar di Lamongan Bergerak Membuka Donasi hingga Bagikan Masker

Lalu yang ketiga, tambah Futhoni, punya kuncinya, yaitu tauhid, mengesakan Allah SWT. “Ada 2 bentuk wajah manusia ketika bangkit dari alam kubur, pertama berwajah hitam, yaitu bagi manusia ketika didunia ahli bid’ah, dan kedua berwajah putih, yaitu untuk para ahli sunnah wal jama’ah”, ujarnya.

Futhoni mengajak agar senantiasa memperbanyak do’a dan beristighfar kepada Allah SWT, dalam menyambut bulan Ramadan sambil mengutip Surat Al Baqarah ayat 186 yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Ustadz Futhoni menyampaikan, celakalah orang yang bertemu dengan bulan Ramadan sampai Ramadan berikutnya, namun dosanya tidak di ampuni oleh Allah SWT. Lalu ia mengajak untuk menyambut Ramadan dengan rasa keikhlasan.

“Marilah kita sambut kedatangan bulan suci Ramadan ini dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan, agar Ramadanku datang, galauku hilang”, pungkasnya. (Anas M/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here