Jelang Ramadan, Satpol PP Kabupaten Malang Bakal Operasi Pekat Razia Praktik Asusila

0
125
Foto: Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang

MALANG, PIJARNEWS.ID – Praktik bisnis esek-esek masih menjadi sorotan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Malang. Apa lagi menjelang bulan suci Ramadan. Kewaspadaan usaha lendir itu ditingkatkan dengan melakukan operasi pekat jelang Ramadan nanti.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, operasi pekat akan dilakukan untuk tetap menjaga kondisi Kabupaten Malang agar bebas dari aktivitas tersebut.  Meski begitu ekseskusinya masih menunggu keputusan Kementerian agama, dan Perda.

“Akan ada operasi menjelang bulan puasa. Eksekusinya menunggu ketetapan Kemenag dan ditindaklanjuti Perbup,” ujar Firmando, Sabtu (26/3) kemarin.

Saat ini, titik rawan asusila di sejumlah kecamatan masih dipetakan. Firmando menyebut, pihaknya bakal menyisir secara mobile dengan acak dan merata. Hal ini dipilih guna menghindari para pelaku untuk antisipasi.

“Sasarannya, hotel, karaoke, rumah kos dan warung atau lokasi yang berpotensi dijadikan tempat asusila,” kata pria yang disapa Mando itu. Kecamatan perkotaan dan perbatasan menjadi sorotan, meski begitu, eksekusi juga bakal dilakukan di kecamatan yang lain.

Sejauh ini, dikatakannya, potensi titik diketahui melalui laporan warga. Termasuk masifnya media sosial. Dari sana baru kemudian dilakukan tindak lanjut. Namun, di masa pandemi mendeteksi aktivitas itu cukup sulit.

Dimana sejumlah tempat usaha sudah tutup pada pukul 00.00 WIB. Selain itu, eks tempat prostitusi yang sempat ada juga akan dilakukan penyisiran. Utamanya di sekitar pemukiman yang dekat dengan lokasi.

BACA JUGA :  Serentak, Petugas Gabungan Razia Pasar Rakyat di Surabaya

“Yang sempat jadi tempat prostitusi juga kami sisir. Salah satunya Girun, dimana disinyalir masih ada perpindahan di pemukiman atas lahan yang sudah di robohkan,” tambah Mando.

Mando berujar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Muspika setempat untuk melakukan pengumpulan data.

“Kita selidiki tim kami dengan tanpa seragam, untuk memastikan potensinya, Setelah ada Perbup, baru kita eksekusi,” imbuhnya. (Tyo/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here