Peran Strategis Zakat Mengentaskan Kemiskinan Umat Islam di Dunia Internasional

0
411
Penulis : Mohammad Lathiful Wahab (Mahad Aly Al-Hasaniyyah)

Zakat merupakan aktivitas yang mendorong umat untuk saling memahami pentingnya hidup sosial. Secara definisi, menilik kitab Fathul Qorib al-Mujib, zakat adalah nama harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dengan metode tertentu dan diberikan pada komunitas tertentu. Harta yang di ambil dari zakat dan target yang di tuju, tentu telah memberikan ma’na sosial. Harta yang dikelola pada zakat, berasal dari orang yang ekonominya menengah atau diatas rata-rata, dan target pemberian zakat, pada orang yang ekonominnya dibawah rata-rata.

Secara aktual, dunia membutuhkan orang yang dermawan untuk berbuat baik pada saudaranya yang membutuhkan. Orang yang kaya berbagi pada yang miskin, dan yang miskin menjalin kerukunan dengan yang kaya. Pada masa pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ekonomi negara dunia menurun dan menambah kemiskinan penduduk dunia. Tercatat, 100 juta orang miskin di dunia akibat pandemi Covid-19.

Pendapatan negara berkembang diperkirakan mencapai 5 % ditahun 2021, dan negara miskin hanya tercatat 0,5 %. Kondisi demikian semakin parah dengan kurangnya lapangan pekerjaan, inflasi naik dan krisis listrik yang terjadi dibeberapa negara. Perihal ini menjadi polemik besar dalam menambah jumlah orang miskin yang ada di dunia. Terlebih, banyak orang Islam yang juga terkena dampak pandemi hingga perekonomian turun drastis dan ikut serta dalam kemiskinan.

Penganut agama Islam merupakan komunitas terbesar kedua di dunia. Menurut penelitian pada tahun 2015, pengikut agama Islam mencapai 1,6 miliar yang membentuk sekitar 22% populasi dunia. Dimulai dari Timur Tengah, Asia, Eropa dan Afrika. Akibat pandemi Covid-19, pasti banyak orang Islam dari 100 juta jiwa diberbagai negara mengalami krisis ekonomi dan kemiskinan. Dari sinilah, zakat harus mampu menempati posisi strategis dalam mengentaskan kemiskinan umat Islam dunia.

Peran zakat pada posisi demikian, sangat dibutuhkan dalam menebar manfaat bagi umat Islam dunia. Sebab, inti dari zakat adalah bersuci diri dan berbagi pada orang yang membutuhkan. Ruang penyaluran dan pusat pengembangan zakat untuk umat Islam dunia, harus dipegang oleh Indonesia. Dunia internasional memberikan julukan pada Indonesia sebagai salah satu negara Islam terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk yang mayoritas beragama Islam. Dunia Internasional mempunyai sebuah forum dan pusat pengembangan zakat yang disebut dengan Word Zakat Forum (WZF).

WZF adalah platform Internasional gerakan zakat yang memiliki peran dalam mensinergikan pemangku kepentingan zakat dunia dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan. Hadirnya WZF menjadi garda terdepan bagi Indonesia untuk mengembangkan zakat di dunia Internasional. Posisi demikian, haruslah dikuasai Badan Zakat Nasional (Baznas) Indonesia. ketika Baznas Indonesia mampu menjadi pemangku WZF, maka manfaat yang didapat sangatlah banyak.

BACA JUGA :  My Time

Diantaranya, Baznas Indonesia akan mengetahui jumlah penduduk muslim kurang mampu yang ada di dunia, akses hubungan kerja dengan Baznas Internasional akan semakin maju, ruang pengembangan Baznas Nasional akan semakin melebarkan sayap di dunia Internasional, dan menjadi contoh bagi generasi muda untuk membangun mental khidmah hingga kepenjuru dunia. Senyatanya, posisi pemangku WZF harus dipimpin Baznas Indonesia sebagai salah satu negara berkependudukan Islam terbesar di dunia. Peran zakat inilah yang akan membantu umat muslim dunia untuk kembali bangkit dari kemiskinan.

Tidak mudah untuk mengembalikan ekonomi secara utuh, akan tetapi dengan adanya bantuan Baznas akan meringankan beban ekonomi yang dirasakan oleh umat muslim dunia. Dampak pandemi yang begitu besar, akan terasa ringan dengan donasi zakat Baznas yang sangat bermanfaat. Dunia Islam butuh Baznas sebagai pemangku umat muslim dunia, karena peran strategis Baznas Internasional menjadi salah satu rujukan pemulihan ekonomi masyarakat Internasional.

Perlu ditekankan, dorongan penebar manfaat semacam ini, harus dipimpin Baznas Indonesia. Semakin banyak relasi dan perhatian akan kondisi umat Islam, maka semakin banyak juga komentar positif masyarakat mengenai baznas. Rasa optimis, berfikir positif, dan bersikap bijak, akan mulai tertanam dihati umat Islam. Bukan hanya pada ranah Nasional, tapi akan menebar ke dunia Internasional. Perihal inilah yang menjadi catatan penting bagi Baznas Indonesia untuk membangun relasi dengan umat Islam di dunia Internasional.

Pekerjaan ini sulit untuk dilakukan secara instan, sebab semuanya butuh proses. Dari Baznas nasional menuju Baznas internasional. Pasti, mementingkan umat Islam dalam Negeri lebih diutamakan, karena tidak mungkin melangkah kaki lebih jauh tapi meninggalkan kewajiban yang lebih dekat. Kesuksesan suatu komunitas akan tercapai jika mampu merubah kondisi internal dan mengembangkan ke sayap eksternal. Penulis sangat berharap, Baznas Indonesia bisa menjadi pimpinan komunitas zakat Internasional dan menjadi khodim umat Islam dunia. Baznas Indonesia untuk umat Islam dunia. (*)

Penulis : Mohammad Lathiful Wahab (Peserta beasiswa cendekia BAZNAS RI dari Mahad Aly Al-Hasaniyyah Tuban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here