Stadion Manahan Jadi Venue Muktamar, Begini Aturan Bagi Peserta dan Penggembira

0
228

SURAKARTA, PIJARNEWS.ID – Adanya dukungan dari Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dalam urusan penggunaan Stadion Manahan sangat membantu panitia. Tim Asistensi Panitia Pusat, Herman Dodik Isdarmadi sangat bersyukur atas respon positif dari Gibran terkait penggunaan Stadion Manahan sebagai venue Muktamar.

“Alhamdulillah, progres Stadion Manahan sangat positif. Mas Gibran juga merespon positif. Insya Allah untuk pembukaan sudah on the track sejak schedule loading hingga rencana pembukaan,” terang Herman, Kamis, (7/9).

Herman Dodik menambahkan, penggunaan Stadion Manahan akan memakai standar Internasional, dalam hal ini standar FIFA. Mengingat Stadion Manahan menjadi salah satu venue gelaran Piala Dunia U-23, yang akan digelar pada tahun 2023.

“Stadion Manahan adalah standar stadion FIFA. Jadi tentu kita akan mematuhi aturan yang ada, dan semua sudah terkomunikasikan dan dipersiapkan dengan baik,” ujar Herman.

Herman Dodik menyampaikan, bahwa terkait penggunaan rumput Stadion Manahan, juga pemasangan panggung didalam stadion ada berbagai aturannya.

“Misalnya penggunaan rumput Stadion Manahan, sepatu yang boleh dipakai seperti apa, jumlah orang yang ada di lapangan berapa. Kemudian pemasangan panggung dengan ketentuan landasan (panggungnya) seperti apa. Ini tentu harus dipatuhi agar tidak akan merusak dari apa yang telah disiapkan untuk standar sepakbola Internasional,” terang mantan anggota DPRD Kota Yogyakarta tersebut.

Ketika ditanya soal apa yang harus diperhatikan bagi peserta dan penggembira yang masuk ke Stadion Manahan saat pembukaan, Herman Dodik menjelaskan beberapa hal. Pertama, tentu bagi mereka yang mendapat undangan. Bagi pihak yang tidak mendapat undangan tidak bisa masuk stadion.

BACA JUGA :  Ditpolairud Polda Jatim Temukan Bangkai Kapal TB Mitra Jaya XIX

“Tetapi tidak perlu khawatir karena akan kita siapkan banyak layar lebar di luar stadion dan sekitar kawasan stadion. Sehingga nanti tidak perlu ‘ngoyo’, ngotot masuk stadion karena memang terbatas jumlahnya,” tegas Herman Dodik.

Kedua, mematuhi ketentuan karena akan dihadiri RI 1 atau Presiden, yang tentunya ada ketentuan-ketentuan protokoler atau pengamanan lain. “Tentu kita harus menyesuaikan, baik panitia maupun tamu undangan, penggembira yang akan hadir,” terangnya Herman Dodik.

Herman Dodik menambahkan, Panitia Pusat sudah mengirimkan surat kepada Presiden untuk penjadwalan audiensi dan menyerahkan undangan kehadiran. “Setelah audiensi dengan Presiden oleh PP Muhammadiyah, akan ditindak lanjuti oleh standar protokoler dan pengamanan baik dari Setpres dan Paspampres,” pungkasnya. (Pujoko/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here