Tak Biasa, Ada “Judi” di Bedah Buku KOKAM

0
1483
Iwan Setiawan, Sekretaris KOKAM Nasional saat memberikan materi pada acara Diskusi dan Bedah Buku KOKAM yang diadakan oleh PCPM Solokuro Jum'at (28/10) kemarin. (Istimewa/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Solokuro Lamongan, menggelar acara “Diskusi dan Bedah Buku KOKAM” yang bertempat di Perguruan Muhammadiyah Takerharjo, Jum’at (28/10) kemarin. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Iwan Setiawan, Sekretaris KOKAM Nasional PP Pemuda Muhammadiyah.

Dalam kegiatan kali ini, mengupas tiga buku KOKAM dengan mengambil tema “Menjaga Gerak Langkah KOKAM”. Acara ini beda dari beberapa kegiatan PCPM Solokuro biasanya, diawali apel dari seluruh peserta dan yang menarik ada display drumband Bahana Surya Nada dari Takerharjo.

Membawakan tiga buah lagu, Bahana Surya Nada memukau para tamu undangan dan peserta bedah buku. Diawali dengan lagu Sang Surya, drumband dibawah asuhan Yazidul Khoir ini juga menampilkan lagu “Judi” dari Rhoma Irama, serta “Arjuna” milik Dewa 19. Yazidul Khoir, mengatakan kalau lagu-lagu tersebut memang dipersiapkan untuk acara bedah buku.

“Memang ada lagu yang sudah sering kami bawakan seperti Sang Surya, namun lagu dari Rhoma Irama serta Dewa 19 bisa dibilang baru,” ungkap pria yang pernah menjadi Ketua PCPM Solokuro periode 2014-2018 tersebut.

Penampilan Bahana Surya Nada pada acara Diskusi dan Bedah Buku KOKAM, Jum’at 28 Oktober 2022. (Istimewa/PIJARNews.ID)

Selepas menikmati suguhan dari Bahana Surya Nada, dilanjutkan acara pembukaan, dimana dihadiri oleh Ketua PDPM Lamongan, M Anang Nafi’uzzaki, Ketua PDPM Gresik, Aditama, Komandan Banser dan PAC GP Ansor Solokuro, PCPM Se-Daerah Lamongan, PRPM Se-Cabang Solokuro, KOKAM Markas Daerah (Marda) Bojonegoro, bahkan dari Nganjuk dan Ngawi. Serta beberapa Komandan KOKAM Nasional, salah satunya Komandan Andik Joko Santoso dari Nganjuk.

Suprayetno, Ketua PCPM Solokuro dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar para kader KOKAM memahami peraturan, pedoman, dan juga sejarah dari KOKAM. “Kalau mungkin biasanya acara KOKAM itu apel atau Diklat, kali ini kita ingin agar teman-teman tau bagaimana sejarah KOKAM terbentuk, peraturannya seperti apa, dan bagaimana dinamika yang ada didalamnya. Maka kami mengadakan bedah buku dan diskusi,” katanya.

BACA JUGA :  Warga Terdampak Banjir di Lamongan Mulai Terserang Penyakit Myalgia

Kepada PIJARNews.ID, pria yang juga menjadi Chief Disaster Medical Commite (DMC) RS Muhammadiyah LamonganĀ ini juga menuturkan bahwa acara ini bisa terbilang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. “Malah kali ini kami semua disambut oleh drumband Bahana Surya Nada, dimana para personilnya adalah kader-kader asli Takerharjo. Maka kami PCPM Solokuro sangat berterima kasih kepada PRPM Takerharjo dan seluruh panitia yang sudah mempersiapkan acara ini dengan sangat spesial,” ungkapnya.

Setelah acara apel dan pembukaan, Diskusi dan Bedah Buku KOKAM yang berlangsung selama 2 jam tersebut, diawali pemaparan materi buku dari Iwan Setiawan. Mantan Ketua PWPM Jawa Tengah tersebut menjelaskan secara runtut dari sejarah hingga berbagai dinamika KOKAM.

“Dari awal terbentuknya hingga kini, KOKAM sudah tiga kali berganti buku panduan dan pedoman. Namun kami merasa secara administratif ini perlu penyempurnaan, sehingga PP Pemuda Muhammadiyah menerbitkan beberapa buku panduan. Terbaru, kami baru saja menerbitkan buku Panduan Provost KOKAM,” terang Iwan.

Kegiatan kali ini diikuti oleh puluhan peserta, tidak hanya dari Cabang Solokuro saja. Namun dari ada KOKAM Markas Daerah Lamongan, KOKAM dari PCPM Se-Daerah Lamongan. Bahkan ada juga peserta yang berasal dari KOKAM Nganjuk, KOKAM Bojonegoro dan KOKAM Gresik yang ikut dalam kegiatan kali ini. (Madas/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here