Transformasi Teknologi dan Pembelajaran Diferensiasi

0
993
Penulis : Endang Suprapti, Dosen Pendidikan Matematika (Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Muhammadiyah Surabaya

“Teknologi tidak akan pernah menggantikan guru yang hebat tetapi teknologi di tangan guru yang hebat itu transformasional.” – George Couras

Kalimat di atas tentu akan menggelitik para guru untuk terus belajar dan mengembangkan keilmuannya mengiringi perkembangan dan kecanggihan teknologi di Era Digital ini. Guru berperan utama dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi seluruh siswanya di kelas, salah satunya memanfaatkan berbagai macam inovasi media pembelajaran baik secara manual maupun berbasis teknologi. Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Nadiem Makarim Selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) mengharapkan guru dan siswa dapat berpikir dan berekspresi secara merdeka sesuai dengan semangat Ki Hajar Dewantara yaitu memerdekakan manusia khususnya dalam hal Pendidikan.

Penerapan Kurikulum Merdeka, dalam perencanaan dan proses pembelajarannya sangat dekat Istilah TPAC atau Technological Pedagogical Content Knowledge. TPAC merupakan suatu kerangka kerja yang mengidentifikasi pengetahuan, guru perlu mengajar secara efektif dengan kerangka teknologi. Melalui pemanfaatan teknologi yang baik, tentunya akan menciptakan inovasi media pembelajaran yang mampu menciptakan pembelajaran yang nyaman mampu memfasilitasi seluruh siswa dengan baik. Pembelajaran yang mampu memfasilitasi seluruh siswa baik dalam berbagai karakteristik tentunya dapat mengikis diskriminasi terhadap hak siswa dalam belajar. Tentu dengan adanya pemanfaatan teknologi akan semakin mendukung suasana belajar yang kondusif, menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan belajar siswa dengan baik disebut pembelajaran bediferensiasi.

Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran memfasilitasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, dikarenakan setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga tidak diperlakukan sama. Guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi perlu melakukan persiapan dan memikirkan tindakan yang masuk akal sehingga tidak mengharuskan setiap siswa diperlakukan dan diberikan tindakan yang berbeda dan bukan berarti membedakan perlakuan antara murid yang kurang pintar dengan yang pintar.

Melalui pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat menenuhi kriteria diantaranya lingkungan belajar kondusif sehingga dapat mengundang siswa untuk belajar, kurikulum mempunyai definisi tujuan pembelajaran yang jelas, adanya penilaian keberlanjutan, guru memberikan respon dan tanggapan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan manajemen kelas berjalan efektif.

Langkah pertama, dalam penerapan pembelajaran yaitu melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek: pertama, kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar siswa. Pemetaan ini dapat dilakukan dengan wawancara, observasi atau survey dengan angket dan lain-lain. Kedua, Menyusun perencanan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan sehingga dapat menentukan strategi, materi maupun metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, melakukan evaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlangsung dengan harapan sebagai mampu menyusun rencana tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini, dalam pemetaan untuk menganalisis hasilnya dapat memanfaatkan berbagai aplikasi atau tools-tools pemebelajaran berbasis teknologi pembelajaran yang disediakan secara gratis. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi pilihan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.

BACA JUGA :  Humanity Above Religion

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran
Pemerintah tidak hanya memberlakukan kebijakan-kebijakan saja, salah satunya dalam penerapan kurikulum merdeka disediakan juga berbagai aplikasi belajar yang dapat mudah melalui laman https://belajar.id/. Akun belajar.id menjadi lebih mudah digunakan dalam pembelajaran dikarenakan terintegrasi dengan google. Guru dan siswa dapat mengakses tools Google meet sebagai sarana pembelajaran tatap muka secara virtual. Pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga tidak menghalangi pertemuan antara guru dan siswa. Selain itu dalam aplikasi merdeka belajar, dapat memandaatkan penyimapanan secara online melalui drive yang kapasitasnya lebih besar dibandikan dengan flashdisk. Selain pemanfaatan google meet, google drive guru juga dapat memanfaatan google classroom sehingga pembelajaran bisa dilakukan secara blended learning. Kemudahan akses teknologi tersebut tentunya akan semakin mendukung perbaikan dalam pembelajaran, sehingga disini tinggal bagaimana peran guru mau belajar dan terus belajar untuk memanfaatkan berbagai macam penggunaan teknologi.

Berbagai macam pemanfaatan teknologi dalam membuat produk/ konten pembelajaran antara lain penggunaan video pendidikan, pembelajaran audio, multimedia interaktif, dan munculnya Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Guru dan siswa dapat mengakses konten-konten yang tersedia dalam website yang disediakan oleh kemendikbut melalui laman https://belajar.kemdikbud.go.id/ . Sebagai penambah suplemen dan informasi mengenai kurikulum merdeka guru dapat mengakses laman https://kurikulum.kemdikbud.go.id/.

Era digital ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi, dan pemerintah berusaha mendukung dan memfasilitasi sebaik mungkin terciptanya pembelajaran yang baik dengan berbagai kebijakannya. Sebagai guru harus memanfaatkan dengan baik peluang yang menguntungkan untuk mampu beradaptasi dan belajar agar mampu beradaptasi dengan berbagai kecanggihan teknologi baru. Kemampuan menyesuaikan dengan teknologi baru sangat diperlukan oleh semua pihak yang terkait dalam dunia Pendidikan. Daya kreativitas, kecakapan literasi tinggi dalam mencari informasi menjadi hal penting dalam mencari dan menelusur segala informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Dengan pemanfaatan teknologi dapat memperluas peningkatan kinerja pebelajar, kinerja atau hasil belajar yang semakin baik diharapkan dapat dicapai oleh pebelajar melalui pemanfaatan teknologi Pendidikan.

Guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki peran terdepan untuk dapat memberikan pengajaran, pendidikan dan pembimbing sehingga pemanfaatan teknologi berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu sebagai sumber belajar yang tiada batas waktu dan jarak bagi setiap manusia. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini untuk dapat mengembangkan ide atau gagasan bagaimana menciptakan pembelajaran dengan memanfaatkan inovasi teknologi dengan tidak menutup kemungkinan bahwa yang masih jauh dari jangkauan frekwensi internet untuk berusaha dapat mengikuti perkembangan jaman. Guru yang mampu beradaptasi, mau belajar dan terus belajar untuk selalu menciptakan inovasi dalam pembelajaran maka perannya akan selalu menjadi kunci utama dalam keberhasilan Pendidikan.

Penulis : Endang Suprapti, Dosen Pendidikan Matematika (Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Muhammadiyah Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here