Ada ISNA di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Siapa Si ISNA Itu ?

0
893
Foto : PP. ISNA mencuat bebarengan dengan gelaran Muktamar ke-XIV Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Bandung tanggal 2 sampai 4 Desember 2022.

BANDUNG, PIJARNEWS.ID — Di Muktamar ke-XIV Nasyiatul Aisyiyah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menemukan istilah baru untuk menandai suami-suami yang istrinya terkumpul dalam Nasyiatul Aisyiyah dengan sebutan PP ISNA, yang merupakan kepanjangan dari Ikatan Suami Nasyiah.

Istilah PP. ISNA mencuat bebarengan dengan gelaran Muktamar ke-XIV Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Bandung tanggal 2 sampai 4 Desember 2022. Akronim dari Ikatan Suami Nasyiah ini terpampang dalam bentuk karangan bunga yang berada di depan lokasi Muktamar, yang kemudian menyebar di media sosial afiliasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Terkait itu, Prof Abdul Mu’ti mengatakan sebagian besar anggota Nasyiatul Aisyiyah atau NA adalah keluarga-keluarga muda, dan menurutnya yang paling unik adalah setiap Muktamar anggota NA ini diikuti oleh suami yang tergabung dalam ISNA.

“Saya juga baru ada tau singkatan dari ISNA itu, Ikatan Suami Nasyiatul Aisyiyah. Sehingga panitia mungkin agak repot menyediakan akomodasi, menghitung kamar itu tidak murni dari peserta saja, tetapi harus peserta beserta pendampingnya,” kata Mu’ti.

Tidak cukup sampai di situ, kerap kali ditemukan dalam setiap gelar Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ada peserta maupun anggotanya yang membawa anak-anak. Tentang itu, Mu’ti sampai usul ke Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, supaya disertai fasilitas child care atau ruang untuk mengasuh anak-anak.

“Inilah keunikan Nasyiatul Aisyiyah itu, karena itu tadi kalau ada sepuluh komitmen, minimal satu waktu dalam seminggu untuk Nasyiah itu suami harus ikhlas. Para suami harus ikhlas ada satu hari di mana mungkin suami itu menempuh pendidikan MBA yaitu Mendampingi Bini dan Anak,” ucap Mu’ti.

BACA JUGA :  Semarakkan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ke-48, MI Muhammadiyah Blimbing, Paciran Lamongan, Gelar Sunatan Massal

Oleh karena itu, hal ini menjadi tantangan bagi pengurus Nasyiatul Aisyiyah, sebab mereka dalam satu waktu seringkali ditantang untuk menjadi profesional dalam karir, mengurusi organisasi sekaligus menjadi seorang ibu.

“Sekaligus menjadi bagian dari membangun keluarga yang sakinah, dan keluarga yang mawadah. Ini menjadi bagian penting bagaimana Nasyiah terus berperan pada jalur ini,” ucapnya. (Mona/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here