Gubernur Jatim dan Ketum PP Muhammadiyah Akan Hadiri Musywil Ponorogo

0
521
Foto: Baliho Musywil Ke-16 Muhammadiyah Jatim di salah satu sudut Kota Ponorogo (Wahyu AN/Media Center Musywil)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-16 Muhammadiyah Jawa Timur, di Ponorogo, Sabtu, 24 Desember 2022 mendatang.

Kepastian kesediaan kedua tokoh tersebut dalam menghadiri forum musyawarah tertinggi Muhammadiyah Jatim itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pengarah Musywil Ke-16 Muhammadiyah Jatim, Dr dr Sukadiono MM.

“Insyaallah positif hadir,” katanya, Kamis (15/12) kemarin.

Selain dua tokoh itu, panitia juga telah mengundang tokoh berkaliber Internasional Prof Din Syamsuddin. “Beliau kita undang sebagai peninjau kehormatan,” katanya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim M. Saad Ibrahim, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo Muh. Syafrudin juga akan datang memberikan sambutan.

Sukadiono mengungkapkan, para sesepuh Muhammadiyah Jawa Timur juga diundang. Di antaranya: Ketua PWM Jatim 2000-2005 Prof Fasichul Lisan, dr Mutadi (Wakil Ketua PWM Jatim 1978-1981), Noto Adam (Bendahara PWM Jatim 1978-1981), dan Prof Zainuddin Maliki (Wakil Ketua PWM Jatim 2015-2020).

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu menambahkan, para rektor perguruan tinggi Muhammadiyah se-Jatim, para direktur rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah Jatim, serta beberapa kepala sekolah Muhammadiyah di Jatim juga diundang sebagai peninjau musywil.

“Ketua partai politik level Jatim, ketua ormas level Jatim, dan undangan kehormatan dari panitia daerah juga masuk daftar undangan musywil,” kata Sukadiono.

BACA JUGA :  83 Hektar Sawah di Ponorogo Terancam Puso

Sementara itu, musyawirin atau anggota Musywil yang memiliki hak suara berjumlah 1.148 orang. Mereka terdiri dari 10 PWM Jatim, 128 PDM, 996 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), dan 14 organisasi otonom tingkat daerah. (Fatoni/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here