Prof Dr Thohir Luth, Figur Ulama-Intelektual yang Bersahaja

0
741
Prof Dr Thohir Luth, Figur Ulama-Intelektual yang Bersahaja.

Tak banyak sosok pemimpin yang memiliki kharisma seorang ulama sekaligus mempunyai kemampuan yang memadai secara akademik dan intelektual. Prof Dr Thohir Luth adalah sedikit di antaranya. Figur ulama dalam dirinya sangat kuat. Kedalaman pemahamannya akan keilmuan hukum Islam tampak jelas pada gagasan dan karya-karyanya. Selain itu, kiprahnya dalam berdakwah tak perlu diragukan lagi.

Prof Thohir Luth lahir di Flores pada 7 Agustus 1954. Beliau menghabiskan masa sekolah SD hingga sekolah menengah di tanah kelahirannya. Setelah lulus dari SDN Lohayong Solor, ia melanjutkan di Pendidikan Guru Agama (PGA) di Lamakea 4 tahun dan PGA di Kupang 6 tahun. Setelah itu ia menempuh studi S1 di IAIN Malang, lulus tahun 1982; S2 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus 1991; dan S3 di kampus yang sama, lulus pada 1997. Pada 1986, Thohir Luth diangkat sebagai PNS dosen agama. Kini, Thohir Luth adalah guru besar Ilmu Hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Prof Thohir Luth tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi guru besar di sebuah universitas ternama di Indonesia, termasuk menjadi pengurus Muhammadiyah. Namun begitu, berangkat dari keluarga yang serba kekurangan, tidak membuatnya minder. Sebaliknya, keterbatasan itu mendorongnya berani untuk memilih merantau ke Jawa berbekal ijazah dan surat izin melanjutkan studi dari sekolah. Tentu, keberanian untuk melanjutkan studi ke Jawa itu adalah berkat doa dan dorongan kedua orang tua yang hebat.

Perjuangan menempuh studi di Malang, Jawa Timur, secara tidak sengaja membuatnya berkenalan dengan Muhammadiyah. Ketika itu, tatkala sampai di Malang, karena keterbatasan biaya untuk menyewa kamar kos, ia tidur di sebuah musala kecil di daerah Dinoyo, Malang. Di situlah, Prof. Thohir Luth berkenalan dengan seorang tokoh yang hingga kini masih menjadi idolanya: KH Bedjo Darmoleksono. Belakangan, Prof Thohir Luth tahu bahwa tokoh itu adalah ketua Ranting Muhammadiyah Ketawanggede, ketika itu.

Di musala yang ia tempati semasa kuliah di IAIN Malang itu, KH Bedjo Darmoleksono sering memberikan ceramah tentang keislaman dan kemuhamamadiyahan. Satu pesan yang selalu diingat olehnya adalah “Kalau Anda semua kepingin masuk surga, masuklah Muhammadiyah.” Pesan itulah yang sampai hari ini terus mendorongnya aktif di Muhammadiyah untuk membebaskan kaum dhuafa mustad’afin.

BACA JUGA :  PWM Jatim Bisa Lebih Maju, Ini Syaratnya

Dari ceramah-ceramah KH. Bedjo Darmoleksono yang sering ia ikuti itulah, Prof. Thohir Luth merasa semakin kuat pemahaman keislaman ala Muhammadiyah-nya. Ia mulai mengerti bagaimana konteks beribadah tanpa bid’ah, iman tanpa syirik, dan menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Dari situ, Prof Thohir Luth menjadi sangat aktif di Muhammadiyah. Mula-mula, ia bergabung sebagai pengurus ranting yang bertugas mengetik surat dan mengantarkannya kepada para pengurus Muhammadiyah, lalu ketua Cabang Muhammadiyah Malang Tengah (ketika itu), menjadi wakil ketua PDM Kab-Ko Malang (pada saat itu), dan ketua PDM Kabupaten Malang 2 periode, dan menjadi anggota PWM Jawa Timur. Terakhir, sebelum menjadi wakil ketua seperti sekarang ini, Thohir Luth adalah ketua PWM Jawa Timur satu periode.

Pada saat aktif di Muhammadiyah di tingkat wilayah, Prof Thohir Luth diberi tugas oleh Ketua PWM untuk membidangi beberapa majelis dan lembaga, satu di antaranya adalah Lazismu Jawa Timur. Di situlah Ia merasa bahwa kehadirannya di Muhammadiyah menjadi sangat bermanfaat, yang kemudian membuatnya semakin nikmat dalam memperjuangkan nasib umat melalui persyarikatan Muhammadiyah.

Kini, Prof Thohir Luth semakin tangkas memperjuangkan implementasi teologi Al-Maun. Prof Thohir Luth sangat menekankan pentingnya gerakan kemanusiaan. Sebab menurutnya, di situlah manusia merasa menjadi sangat bermanfaat bagi sesama. “Saya suka mengatakan kepada teman-teman, kalau ingin menjadi manusia yang bermanfaat, ambillah bagian di gerakan-gerakan keagamaan, seperti yang sudah dituntunkan Muhammadiyah.” Ucapnya.

Sampai sekarang, selain berdakwah dan melakukan aktivitas akademik di kampus, Prof Thohir Luth terlihat semakin aktif dan lincah dalam membina gerakan-gerakan kemanusiaan yang digawangi oleh Lazismu Jawa Timur. Sebuah dedikasi seorang tokoh ulama cum intelektual yang tiada tara.

Penulis : I. Ajati (Aktivis Muhammadiyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here