Refleksi Akhir Tahun, Pesantren Lansia ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Gelar Mabit

0
2372
Foto : Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Pesantren Lansia 'Aisyiyah Kabupaten Pekalongan

PEKALONGAN, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Pesantren Lansia “Miftahul Jannah”. Mengusung tema “Menuju Lansia Tangguh, Bahagia, Bermanfaat Untuk Umat” yang diselenggarakan di Vila Joglo Guciku, Obyek Wisata Guci, Tegal pada Sabtu-Ahad (31/12/2022-01/01/2023) lalu.

Diikuti oleh 41 santri lansia dengan usia termuda 58 tahun dan tertua 75 tahun, serta didampingi oleh PDA, Lazismu, MDMC, dan 2 tenaga medis RSI. Rombongan Mabit berangkat pukul 08.00 dari Kajen dan bersilaturahim terlebih dahulu dengan santri lansia Kabupaten Tegal di gedung LKS-LU “Husnul Khotimah” Kabupaten Tegal.

Sri Hastuti salah satu santri lansia, mewakili memberikan sambutan kesan pesan menjadi santri lansia Miftahul Jannah. Selepas Dhuhur, rombongan melanjutkan perjalanan ke obyek wisata Guci.
“Dengan kegiatan mabit di luar ini, selain kita bisa bertadabur alam, berwisata dakwah, secara langsung juga bisa menikmati keagungan Allah,” ungkap Ibu Rumainur, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab. Pekalongan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kegiatan kita selanjutnya, untuk kita melaksanakan program pesan dari Muktamar bahwasanya perempuan-perempuan berkemajuan yang berkeadaban,” tambah Rumainur.
Rumainur berharap, Mabit dapat menambah keimanan dan ketaqwaan santri lansia Miftahul Jannah.
“Hasil dari kegiatan ini, semoga bisa menambah keimannnya dan ketakwaanya kepada Allah swt dan menjadikan ini sebagai momentum yang baik untuk dilaksanakan apa yang sudah disampaikan oleh pemateri dan mengamalkannya,” harap Rumainur.
Disisi lain, Ketua PWA Jateng Dr Ummul Baroroh MAg yang hadir memberikan materi dalam Mabit tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LKS-LU Pesantren Lansia “Miftahul Jannah” Kabupaten Pekalongan.

BACA JUGA :  Muhammadiyah Dampingi 13 Desa dalam Program Pemulihan di Sulawesi Barat

“Mabit ini sangat positif, sangat baik untuk refreshing ibu-ibu, sekaligus untuk keakraban dan silaturahmi. Semoga peserta tambah bahagia, karena lansia harus dibahagiakan dan diberi masukan untuk kekuatan ideology, kekuatan akaidah dan keagamaanya. Sehingga menjadi lansia yang berdaya, berguna sehat. Selamat di dunia dan akhirat,” ujar Baroroh.
“Lansia harus menjaga silaturahim, karena berkomunitas itu merupakan salah satu kebutuhan sosial lansia supaya tetap sehat jiwa dan raganya,” tambah Baroroh.
Muhassabah setelah sholat tahajud diisi oleh Herowati, Ketua LKS-LU Miftahul Jannah tentang peningkatan kualitas hidup harus lebih baik.
Peserta tampak senang dan menikmati Mabit yang dilakukan di kawasan wisata ini. “Senang sekali, karena ini merupakan refresing bagi kami ibu-ibu lansia, karena sehari-hari biasanya hanya di rumah dengan anak dan cucu,“ ujar Sri Hastuti, salah satu santri lansia Miftahul Janah.
Selepas Subuh, peserta bertadabur alam di kawasan wisata Guci dengan senam dan berenang di air hangat. Rombongan santri pulang kembali ke Pekalongan pada pukul 10.00 WIB setelah kegiatan usai. (Agung/Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here