Unair Kirim Mahasiswa KKN ke Pondok Pesantren di Madura

0
2175
Universitas Airlangga (Unair) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 8 Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di 4 Kabupaten Pulau Madura.

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Melihat pentingnya pondok pesantren sebagai institusi dan komunitas pendidikan agama, maka Universitas Airlangga (Unair) mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 8 Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di 4 Kabupaten Pulau Madura. KKN Ponpes ini bertema “Belajar Bersama Komunitas (BBK)”.

Dengan KKN ini mahasiswa menjalankan unsur ketiga dari tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Menurut dr M Farid Dimjati Lusno MKL selaku koordinator KKN Ponpes, dari kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa melakukan transfer ilmu dari dan ke santri ponpes.

“KKN ini juga merupakan wujud komitmen Unair pada tujuan Sustainable Development Goals (SDG), terutama tujuan 3, 4 dan 6, yaitu kesehatan, pendidikan dan lingkungan,” imbuhnya.

Pelepasan KKN Ponpes dilakukan pada Hari Senin, 9 Januari 2023. Mahasiswa Unair menuju 8 Ponpes di Madura yaitu 2 di Kab. Sumenep, 3 di Kab. Bangkalan, 2 di Kab. Sampang dan 1 di Kab. Pamekasan.

Satu-satunya Ponpes di Pamekasan adalah Ponpes Al-Hamidy Tsani yang beralamatkan di Desa Pamoroh, Kec. Kadur. Ponpes ini adalah cabang kedua dari Al-Hamidy Banyuanyar, Palengaan.

Staf LPPM Unair, Ansor Rachmanu ketika menitipkan mahasiswa KKN di Al-Hamidy Tsani menghimbau agar mahasiswa menjalankan program sebagaimana telah disusun dalam proposal.

“Saya berharap program pendidikan, lingkungan dan kesehatan bisa dilaksanakan sesuai jadwal dan sasaran,” himbaunya.

Di saat yang sama Sunardi, wakil pengurus ponpes juga memberikan informasi penting bagi mahasiswa yaitu larangan yang tidak boleh dilanggar.

BACA JUGA :  Gothank Wiyadi Berbagi Kiat-kiat menjadi Pengusaha

“Secara umum mahasiswa KKN boleh melakukan kegiatan apa saja selama tidak melanggar peraturan pondok. Tiga yang paling utama adalah: tidak boleh meminjamkan HP pada santri, tidak boleh memberi atau mengajak merokok pada santri SMP, dan tidak boleh masuk ke wisma dhalem Kyai sepuh,” paparnya.

Mahasiswa Unair yang terdiri atas 9 orang dari berbagai wilayah Indonesia itu merasa beruntung ditugaskan KKN di ponpes, pasalnya mereka bukan hanya mendapat ilmu agama, namun juga kehidupan desa yang alami dan steril dari pengaruh luar pondok.

Ahmad Farhan Setiawan, ketua kelompok mengungkapkan kegembiraannya bahwa Ponpes Al-Hamidy yang baru berusia 16 tahun merupakan institusi yang kokoh dalam menerapkan ajaran islam.

“Saya jadi lebih rajin solat jamaah tepat waktu dengan KKN di sini,” ungkap Farhan dan Najimuddin, mahasiswa asal Bangkalan.

Sebagai pesan penutup di acara pemasrahan mahasiswa tersebut, Akhmad Jayadi, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Al-Hamidy 2 berpesan singkat.

“Hendaknya para mahasiswa ini ingat satu hal yaitu: adab posisinya lebih tinggi dari ilmu. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati peraturan dan tradisi pondok, sebelum kalian melakukan kegiatan KKN,” pungkasnya.

Senin malam, mahasiswa diterima oleh putra pengasuh Ponpes Al-Hamidy langsung oleh Lora Abbas bin Muhammad Rofi’i di dhalem beliau. Beliau memberikan sambutan dan wejangan terkait pelaksanaan KKN yang akan berakhir pada 4 Februari 2023 mendatang. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here