Foto: Festival Kopi Nusantara ke-4 bertempat di Museum Kereta Api Bondowoso. (andirafi/pijarnews.id)

BONDOWOSO – Festival Kopi Nusantara (FKN) Bondowoso yang ke-4 telah usai diadakan, perhelatan yang diselenggarakan pada 1-2 November 2019 ini bertempat di Museum Kereta Api Bondowoso. Berbeda dengan pelaksanaan kebiasaan tahun sebelumnya yang digelar di Alun-alun Bondowoso, untuk tahun ini FKN dilaksanakan di Museum Kereta Api, sehingga mendapat perhatian berbeda dari berbagai pihak.

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin, dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para petani kopi di Bondowoso untuk terus menjaga dan merawat kebun kopinya dengan baik. “Mari kita semua khususnya para petani kopi di Bondowoso untuk terus merawat kebunnya dengan baik,” tuturnya.

Terangnya lebih lanjut, beliau mengajak kepada kepada semua, “dan mari kita bersama-sama untuk menjaga perkebunan dengan lebih bijaksana, untuk menghindari berbagai bencana, dan mudah-mudahan bencana kebakaran tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang,” terangnya dengan jelas di depan para tamu undangan dan pengunjung FKN.

Selain itu, pelaksanaan FKN kali juga mendapat perhatian Amin Said Husni atau mantan Bupati Bondowoso periode sebelumnya. Beliau merupakan tokoh penggagas pelaksanaan FKN untuk pertama kalinya, yang saat itu dikenal dengan sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK).

Melalui akun media sosial pribadinya, pria yang juga dikenal sebagai Presiden Republik Kopi tersebut mengaku sangat senang lantaran FKN tetap dilaksanakan, meskipun beliau tidak lagi menjabat sebagai Bupati. Hanya saja, ada beberapa detil kegiatan yang disayangkan. Salah satunya penggunaan kata Bondowoso Republik Kopi (BRK) yang tidak lagi terdengar dalam acara tersebut. Bahkan, dinilainya seolah ada rasa enggan untuk terus menjadikan julukan tersebut sebagai jati diri.

Secara rinci berikut curhatan Presiden Republik Kopi melalui akun Facebook pribadinya:

Beberapa sahabat menanyakan kenapa saya tidak muncul di Festival Kopi Nusantara (FKN) – 4 yang dihelat di Museum Kereta Api Bondowoso, 1-2 November kemarin. “Gak kangen, Pak?,” tanyanya.

Tentu saja saya kangen sekali. Pengen banget nongkrong dan ngobrol ngalor ngidul, khususnya tentang kopi. Mendengar curhat para pelaku industri kopi, mulai dari petani, pengolah, pedagang, hingga pengekspor kopi ke manca nagari. Lalu menyimak antusiasme para barista dan semangat anak-anak muda pengusaha kafe. Dan sesekali menimpali puja-puji para penikmat kopi tentang hal ihwal kopi Bondowoso yang mereka gandrungi. Tak lupa pula meladeni para jurnalis yang selalu haus informasi untuk menulis tentang kopi.

Ya, tadinya saya ingin sekali nimbrung di FKN-4 itu, meski saya tak diundang secara resmi. Sekedar duduk ngopi dan tengak tengok kanan kiri. Sambil menanyakan perkembangan terkini. Mulai dari petak-petak kebun, unit pengolahan hasil, hingga kedai-kedai kopi.

Meski akhirnya saya tak jadi datang karena kesibukan pribadi, tapi saya senang karena Bondowoso tetap menggelar festival kopi ini. Setidaknya, jagad perkopian Nusantara masih tetap melirik Bondowoso sebagai penghasil kopi spesialti.

Sayang sekali, gaung Bondowoso Republik Kopi (BRK) tak senyaring dulu lagi. Bahkan sepertinya ada rasa ‘enggan’ untuk terus menjadikannya sebagai jati diri. Padahal ‘BRK’ adalah nama yang sudah punya hak paten dari Kemenkumham dan diakui di seantero negeri. Padahal, konon, Pak Bupati dalam sambutan pembukaan FKN-4 ini mengakui, “Kehadiran Kopi Bondowoso telah mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bondowoso.”

Tak apa lah. Saya hanya berharap, semoga para pegiat kopi yang kemaren sempat lesu, bisa segera bangkit lagi. Terus menjaga mutu dan meningkatkan produksi. Terus mengembangkan kekhasan ‘kopi hutan’ hasil kolaborasi Petani dan Perhutani. Petani berdaya, hutan tetap lestari. Bondowoso pun kian masyhur hingga ke manca nagari.(*)

BACA JUGA :  KPK Tetapkan 8 Tersangka Suap Proyek Penyediaan Air Minum PUPR

Reporter: Andirafi*

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here