Foto: Siswa-siswi yang mengenakan kostum semangat dakwah lingkungan pada pawai ta'aruf. (ahmad/pijarnews.id)

SURABAYA – Pembukaan Milad 107 Muhammadiyah oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo pada Jum’at kemarin, (08/11), selain dengan mengadakan pawai ta’aruf, ternyata didalamnya juga mengusung semangat dakwah ekologis atau dakwah cinta lingkungan.

Terlihat dari pernak-pernik yang menghiasi kostum peserta pawai. Ada yang memenuhi tubuhnya dengan atribut bunga-bunga, ada juga yang membuat kostum dengan sisa patahan ranting pepohonnan.

Hal tersebut bukan tanpa maksud, kampanye dakwah ekologis sengaja didengungkan pada saat moment pawai dengan beberapa alasan. Menurut salah satu panitia Milad, Ustadzah Norma Setyaningrum menjelaskan, “Pawai dengan mengusung tema ekologi atau cinta lingkungan, kami nilai memang tepat momentumnya, karena sasarannya adalah para siswa dan masyarakat umum,” terangnya.

“Apalagi ini dalam rangka resepsi Milad Muhammadiyah, maka menjadi sangat strategis untuk kampanye sekaligus dakwah tentang ekologi, agar kita semua bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan sekitar,” imbuh Ustadzah Naorma Setyaningrum.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu peserta pawai Milad, Sekar Laili Hanifah, Siswi kelas 4 SD Muhammadiyah 24 Ketintang, “Saya senang bisa ikut pawai, saya memakai pakaian yang dihias bunga agar kita menjaga lingkungan,” ungkapnya sembari mengangkat ‘mahkota bunga’ yang ia kenakan.(*)

Reporter: Ahmad MA*

Editor: Milada RA

BACA JUGA :  Cak Ros PDPM Surabaya: Pemkot Harus Bangun Optimisme dalam Pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here