Foto: Patung Dewi Kwam Im di Provinsi Hainan - China. (dok/pijarnews.id)

Oleh: Sholikhul Huda, M.Fil.I*

PIJARNEWS.ID – Tulisan ini merupakan hasil catatan ke-4 dalam sinau di Negeri China , atau cerita terahir dari perjalanan Muhibah bersama Dosen UM Surabaya pada tanggal 1-5 November 2019 di Provinsi Hainan – China kemarin. Dalam catatan ini ada pengalaman yang menarik dari cerita Mrs. Clara (tourguide kami),  tentang Sejarah Pendirian Arca Patung Dewi Kwam Im, di wilayah Guanyin Nanshan Buddhist Culture Park, Sanya Provinsi Hainan – China.

Pendirian patung  Dwi Kwam Im (Kuan Yin atau Guan Yin) yang dipercaya sebagai dewi pemberi cinta, berkah dan welas kasih, merupakan simbol persatuan kepentingan agama, ekonomi, budaya & politik Pemerintah RRT China.

Dalam bahasa Tiongkok, Kwam Im disebut dengan Guanyin, serapan dari Guanshiyin yang bermakna “Dia yang menangkap suara dunia”. Patung Dewi Kwam Im memiliki tinggi sekitar 108 meter, sehingga itu menjadikan patung tertinggi di dunia,  yang terletak di pinggir pantai China Selatan daerah Sanya Provinsi Hainan – China.

Dalam kepercayaan orang China, terutama penganut Buddha, menyakini Dewi Kwam Im memiliki kekuatan ghaib yang dapat membantu semua orang jika berdoa kepadanya. Ia diyakini oleh pemeluk Buddha Tiongkok sebagai “Awalokiteswara Bodhisattva“, yaitu makhluk yang mendedikasikan diri demi kebahagian makhluk lain dalam semesta perwujudan sifat welas asih Buddha.

Sehingga ada larangan keras berbuat jahat dan meminum air yan memabukan disekitar kuil tersebut, karena diyakini sang Dewi bisa marah. Sebuah filosofi Buddha yang kental tersebut, sehingga pemerintah RRT membangun Patung Dewi Kwam Im. Selain menjadi tempat peziarah agama Buddha seluruh dunia, sekaligus tempat wisata religi, pengenalan budaya China dan simbol persatuan rakyat China.

BACA JUGA :  Workshop KOTAKU, Menjalin Kerjasama Penanganan Wilayah Kumuh Prioritas 0 Hektar di Surabaya
Foto: Di dalam Kuil Dewi Kwam Im. (dok/pijarnews.id)

Menariknya lagi, dalam proses pembangunan patung Dewi Kwam Im, Pemerintah China juga melibatkan 108 Biksu yang masyhur dari berbagai aliran Buddhis di China. Meliputi Taiwan, Hongkong, Makau dan juga puluhan ribu Peziarah. Bahkan menurut media China Daily, Proyek besar ini disebut memiliki harapan agar dapat menyatukan Rakyat Taiwan, Hongkong, Makau (China Selatan) dengan China Daratan.

Karena secara politik daerah China Selatan terutama Taiwan, ingin merdeka dari China Daratan (Beijing) sehingga hal tersebut dianggap suatu pemberontakan. Meskipun secara sistem politik mereka telah berbeda, karena China Daratan yang menganut sistem politik Komunis-Otoktratik atau lebih dikenal dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sedangkan China Selatan (Taiwan) menganut sistem politik Nasionalis Demokrasi, atau dikenal dengan Republik Tiongkok.

Perbedaan tersebut menjadikan konflik politik antara Pemerintah China Daratan dan China Selatan belum juga tuntas hingga saat ini. Sehingga pembuatan Patung Dewi Kwam Im merupakan usaha usaha menyatukan mereka.

Dengan pendirian patung Dewi Kwam Im, diharapkan dibawah lindungannya, yang memiliki cinta Sang Dewi dapat menyatukan segela perbedaan. Filosofi ini yang menjadi landasan pendirian patung Dewi Kwam Im.

Hal itu juga menjadikan bentuk patung Dewi Kwam Im, memiliki tiga sisi yang bisa di pandang dari segala penjuru dan terlihat memandang ke arah tiga sisi penjuru. Dimana Satu wajah menghadap ke China Daratan, dan dua wajah menghadap ke China Selatan (Taiwan, Hongkong dan Makkau). Posisi 3 wajah patung Dewi Kwam Im diharapkan dapat mengayomi semua perbedaan rakyat China, sehingga terwujud perdamaian Rakyat Cina di bawah kaki sang Dewi.

*) Kepala PPAIK UM Surabaya & Direktur Lembaga Kajian-Riset Kedai Jambu Institute/ KJI Jombang – Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here