Foto: Aksi Solidaritas Rakyat Malang untuk Demokrasi (SOLIDER). (tyo/pijarnews.id)

MALANG | PIJARNEWS.ID – Telah berlangsung aksi demonstransi yang diikuti oleh puluhan Mahasiswa di Kota Malang, Senin (10/11). Aksi itu dilakukan oleh aliansi yang bernama Solidaritas Rakyat Malang Untuk Demokrasi (SOLIDER). Aliansi tersebut melibatkan beberapa organisasi Mahasiswa dan Pemuda, diantaranya adalah organisiasi Pembebasan, SMART, Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Nahdliyin untuk Kedulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA).

Mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan para tahanan politik (tapol) aktivis Papua dengan tanpa syarat. Aksi mereka dimulai sekitar pukul 11:05 WIB dengan melakukan Longmarch dari Jl. Jendral Basuki Rahmat menuju Balai Kota Malang.

Dalam perjalanan massa aksi kompak menyuarakan kampanye tuntutan, menyampaikan aspirasi melalui orasi-orasi bergilir. Selain itu mereka juga membagikan rilis aksi untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang masalah yang disuarakan. Diantaranya adalah kasus dugaan makar dan penangkapan aktivis hak asasi manusia (HAM) dan Papua, mereka ditangkap dan ditahan tanpa prosedur yang jelas.

Sesampainya di Balai Kota, massa aksi berjajar di depan gedung DPRD Kota Malang, diantara mereka membawa poster dan spanduk tututan dalam tema besar yaitu, “Bebaskan Tanpa Syarat, Tahanan Politik Papua & Buka Ruang Demokrasi Seluas-luasnya”. Yang secara rinci berisi 9 tuntutan, diantaranya :

  1. Segera bebaskan tanpa syarat 6 tahanan politik Papua termasuk Surya Anta Ginting.
  2. Segera bebaskan tanpa syarat seluruh aktivis Papua yang menjadi tahanan politik.
  3. Hentikan segala bentuk tindakan represif dan intimidasi terhadap jurnalis & buka akses jurnalis lokal dan internasional di Papua.
  4. Berikan akses seluas-luasnya bagi pendamping hukum yang mengadvokasi aktivis Papua dan Pro-Demokrasi.
  5. Hentikan segala bentuk intimidasi, tindakan represif dan kriminalisasi terhadap aktivis Papua dan Pro-Demokrasi.
  6. Hentikan segala bentuk tindakan rasis, intimidasi dan represif terhadap Mahasiswa dan Pelajar Papua.
  7. Hentikan mobilisasi Militer TNI dan POLRI di Papua.
  8. Tarik seluruh Militer Organik dan Non-Organik dari Papua.
  9. Hentikan aktivitas Militer dan penciptakan konflik horizontal di Papua serta buka akses bantuan sosial di Nduga, tanpa keterlibatan Militer.
BACA JUGA :  Kolega Korban Pemukulan Dosen Uinsa: Kami Akan Dampingi Sampai Tuntas

Rahmat, Humas aliansi menjelaskan aksi ini adalah respon sidang perdana atas sangkaan makar bagi para aktivis Papua, dan berbagai tindakan rasisme terhadap mereka.

“Aksi kali ini kita menuntut untuk membebaskan kawan-kawan aktivis yang ditahan. dan hari ini bertepatan dengan sidang perdana atas dugaan makar, mereka dituduh makar karena menyuarakan hak demokrasinya karena mendukung hak aspirasi rakyat Papua. Kami juga menolak tegas berbagai tindak rasisme yang terjadi beberapa bulan yang lalu, yang terjadi di beberapa daerah termasuk di Malang, dan khususnya di Kota Surabaya.” Ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, segala bentuk intimidasi dan rasisme harus dihentikan, serta Negara haruslah menjamin kebebasan demokrasi rakyatnya, serta kebebasan akses Jurnalis lokal maupun internasional, termasuk di wilayah Papua. Mereka juga meminta untuk dihentikan aktivitas militer yang justru menciptakan konflik, dan lebih baik dibuka akses bantuan sosial di Papua.

“Selain itu, kita juga menuntut dihentikannya segala bentuk intimidasi dan rasisme terhadap kawan-kawan Papua, baik itu Mahasiswa dan Pelajar. Kalau kita lihat kondisinya sekarang di papua, mungkin sebagian masyarakat Indonesia tidak mengetahui jika Jurnalis dan aktivis sangat dibatasi dan harus melapor kepada kementrian, bahkan lebih dari 10 kementrian. Untuk bisa meliput informasi apa yang terjadi di papua. Hentikan juga aktivitas militer, baik militer organik mupun non-organik dari tanah Papua, dan membuka akses bantuan sosial di Papua tanpa melibatkan Militer. “ Imbuh Rahmat.

Aksi diakhiri sekitar pukul 12:43, dengan dibacakan beberapa pernyataan sikap aliansi oleh kordinator lapangan. Selanjutnya menurut Rahmat, aksi solidaritas ini akan terus dilakukan selama dibutuhkan oleh kawan-kawan Papua.(*)

Reporter: Prasetyo Lanang*

Naskah Berita: Prasetyo Lanang

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here