Foto: Produk olahan jahe merah bubuk. (rais-n/pijarnews.id)

BANYUWANGI | PIJARNEWS.ID – Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari produk satu ini, sebuah minuman herbal kreasi pemuda asal Kabupaten Banyuwangi. Namun siapa sangka jika produk tersebut mampu menembus pasar hingga mancanegara.

Berawal dari upaya memperoleh kas organisasi saat memimpin di tahun 1998, Bapak Tukiyo, yang dulu menjabat sebagai ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Glenmore, Kabupetan Banyuwangi, berhasil memunculkan sebuah inovasi produk olahan minuman herbal, berupa jahe merah bubuk yang kemudian melahirkan enam produk olahan minuman herbal lainnya.

Bapak Tukiyo mengawali pemasaran produk dari pintu ke pintu rumah, sampai pada memberikan secara cuma-cuma kepada teman dan tamu yang datang. Hingga kreasinya tersebut telah sukses, dan berhasil menarik banyak konsumen, baik itu dalam dan antar daerah hingga mancanegara.

Alasan beliau memilih tanaman jahe tersebut dijelaskan, “Berdasarkan surah Al-Insan ayat 17 yang menjelaskan, bahwasannya jahe merupakan salah satu tanaman surga, sehingga saya menjadikan jahe sebagai produk utama, hingga saat ini ada enam produk inovasi berupa  jahe merah, jahe putih, temu lawak, kunyit putih, kencur dan kunci sirih.” Terangnya.

Kesemua produk tersebut sukses dipasarkan di Pulau Jawa, Lampung, Sumatra dan hingga menembus pasar Malaysia, Belanda hingga Arab Saudi. Bapak Tukiyo hingga saat ini dibantu oleh tiga orang karyawan yang mengolah sedikitnya 16 kilogram minuman herbal setiap hari. Dengan alat yang tergolong masih manual, bukan tanpa alasan, alat manual tersebut untuk mempertahankan cita rasa produk.

BACA JUGA :  Penahanan 3 Aktivis di Malang, Sejumlah Tokoh Siap Jamin Penangguhan Mereka

Karena usaha yang dirintis atas motivasi organisisi, hingga saat ini beliau berusaha menyisihkan 2,5 % keuntungan untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Beliau juga tidak segan berbagi ilmu kepada siapa pun yang ingin belajar mengolah minuman herbal.

”Meskipun nanti muncul produk yang sama, saya juga tidak merasa patah semangat, justru itu menjadikannya sebuah tantangan untuk terus berinovasi dan terus belajar.” Pungkas Bapak Tukiyo.(*)

Reporter: Rais Nurwahyudin*

Naskah Berita: Rais Nurwahyudin

Editor: Milada RA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here