Foto: Bimbingan perkawinan pranikah yang diadakan oleh Kemenag Kabupaten Pacitan. (gemma/pijarnews.id)

PACITAN | PIJARNEWS.ID – Prof. Dr. Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia menuturkan, ”Setiap siapapun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan keluarga, terutama dalam kaitannya dengan reproduksi. Karena mereka akan melahirkan anak yang menetukan masa depan bangsa ini,” (Sumber: https://m.liputan6.com).

Sehingga atas harapan tersebut, Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan, telah mengadakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah Remaja Usia Nikah. Bimbingan tersebut telah berlangsung pada proses angkatan ketiga, yang diadakan di gedung Aula Kampus STIT Muhammadiyah Kabupaten Pacitan.

Pada kesempatan sebelumnya, Kemenag Kabupaten Pacitan juga telah mengadakan kegiatan yang sama, yaitu Bimwin angkatan pertama yang diadakan di KUA Kecamatan Donorojo, dan pada angkatan kedua yang diadakan di KUA Kecamatan Pacitan. Dalam sesi angkatan ketiga ini, Bimwin berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 18-19 November 2019.

Moh. Nurul Huda, selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pacitan menjelaskan, “Tujuan bimbingan perkawinan pranikah ini merupakan suatu ikhtiar Pemerintah karena melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi, dengan sebuah harapan calon pengantin (Catin) nantinya bisa membangun keluarga yang sakinah dan mempunyai prinsip keluarga yang kokoh,” ungkapnya.

Sedengankan materi yang diberikan pada Bimwin tersebut meliputi 6 materi. Pertama, membangun landasan keluarga sakinah. Kedua, merencanakan perkawinan menuju keluarga sakinah. Ketiga, kebutuhan keluarga. Keempat, membangun keluarga yang berkualitas. Kelima, ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan, dan. Keenam, kesehatan keluarga. Adapun teknis materi didalamnya juga terdapat diskusi, permainan, mengisi pre test dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  SD Muda Bojonegoro, Bentuk Lulusan Berbekal Hafalan Qur'an

Kegiatan ini sukses diikuti oleh 56 peserta, terdiri dari Mahasiswa maupun SLTA yang sudah berusia 19 tahun keatas. Sedangkan narasumber yang menyampaikan materi adalah pihak Kemenag dan Dinas Kesehatan.

Diakhir acara, para peserta diberikan sebuah sertifikat, sebagai tanda bahwa mereka telah lulus mengikuti bimbingan perkawinan pranikah.(*)

Reporter: Gemma Gita Reformasi*

Naskah Berita: Gemma Gita Reformasi

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here