Foto: Kajian keliling PC IMM Surabaya di Sekretariat IMM UINSA, bersama Ustaz Ibnu Nurji’in Broery Ath-Thariq, S.Th.I, M.Ag. (Rizaldy/ Pijarnews.id)

SURABAYA | PIJARNEWS.ID – Kajian keliling merupakan salah satu agenda dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya. Kagiatan tersebut tepatnya dimotori oleh Bidang Tabligh PC IMM kepada Pimpinan Komisariat IMM se-kota Surabaya.

Kemarin malam, kajian tersebut berlangsung di Sekretariat Kordinator Komisariat (Korkom) IMM UINSA, yang beralamat di Jl. Pabrik kulit gang 3 no 25, Kamis (28/11). Achmad Muhammad, sebagai Ketua Bidang Tabligh Korkom IMM UINSA, menjelaskan bahwa kegiatan ini bisa menjadi bentuk usaha dalam merevolusi karakter kader IMM UINSA.

“Diharapkan kajian ini mampu menjadikan kader IMM lebih sadar akan dirinya sebagai manusia, memahami hakikat manusia sebagai khalifah, mengkaji apa yang dimaksudkan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30.” Ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, mereka mengundang Ustaz Ibnu Nurji’in Broery Ath-Thariq, S.Th.I, M.Ag. Pertama-tama beliau menjelaskan tentang term manusia di dalam Al-Qur’an, yaitu Insan, Basyar dan Bani Adam. Insan menurutnya menerangkan tentang kondisi kepribadian manusia yang lemah, penuh kekurangan, mudah patah dan lain sebagainya. “Sehingga term Insan ini sebagai bentuk penyadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.” Terang Ustaz Thoriq yang juga merupakan mahasiswa doktoral di UINSA.

Sedangkan Basyar adalah tentang kondisi fisik manusia, sebagai makhluk fisik kita juga harus paham visi keberadaan fisiknya. Terakhir, term Bani Adam diterangkan sebagai simbol kesetaraan ras manusia, karena secara genealogi kita semua berasal dari keturunan yang sama. “Maka ketika kita memahami term tersebut, kita bisa menjadi manusia yang arif dan tidak mudah rasis.” Jelas Ustaz Thariq.

BACA JUGA :  Prihatin Kondisi Bangsa Pasca Pemilu, Begini Sikap Cendikiawan Muda Muhammadiyah

Lalu terkait khalifah, beliau menerangkan bahwa khalifah secara bahasa berarti pengganti, pemegang mandat atas rubbubiyahnya Allah SWT. Misalnya pastilah Allah yang menumbukan tanaman, namun manusialah yang harus menanam.

Selanjutnya secara epistimologi, manusia juga punya potensi buruk, merusak dan saling membunuh. Hal ini seperti ungkapan malaikat yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30, akan tetapi secara ontologis manusia juga merupakan wakil Allah SWT di dunia, “Oleh sebab itu sebagai khalifah, manusia sudah semestinya harus melaksanakan mandat untuk menegakkan aturan-aturan Allah.” Terang Ustaz Thariq.

Ustaz Thariq selanjutnya memberikan pertanyaan kepada peserta, “apakah khalifah itu juga dalam bentuk sistem politik?” tanya beliau. Menurutnya tidak, karena maksud dari khalifah adalah sebagai pemegang mandat dan tanggung jawab atas pribadi masing-masing terhadap Allah SWT, “Maka ada khalifah di bidang makanan, mesin, petani dan lain sebagainya,” ujar Ustaz Thoriq yang memaknai arti dari khalifah.

Indah Yuliani, selaku sekbid Tabligh IMM Surabaya menjelaskan, “Kajian keliling ini merupakan program Bidang Tabligh IMM Surabaya dan bekerjasama dengan Bidang Tabligh Korkom IMM se-surabaya.” Terangnya.

“Kajian ini juga sudah diadakan di kampus Ubaya, Unipa, PENS, ITS, PPNS, UMS, Unair dan Untag. Insyaallah Desember akan diadakan di kampus Unesa.” Pungkas Indah Yuliani.(*)

Reporter: Rizaldy
Naskah Berita: Rizaldy
Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here