Foto: Launching Akademi Sepak Bola UMM oleh Dr. Fauzan, Rektor UMM. (Bro/ Pijarnews.id)

MALANG | PIJARNEWS.ID – Setelah diimpikan sekian lama, akhirnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki Akademi Sepak Bola. Akademi ini dilaunching di Lapangan Sepak Bola UMM, Senin (16/11). Akademi yang dibagi 3 kelompok umur yaitu U-10 tahun, U-15 tahun dan U-18 tahun, diresmikan oleh Rektor UMM Dr. Fauzan. Dimana setiap kelompok umurnya memiliki kurikulum berbeda.

“Kelompok U-10 tahun biasanya diberikan materi bermain sepak yang membuat mereka menjadi senang. Kelompok umur U-15 tahun, diberikan materi tentang teknik dasar bermain sepak bola. Sedangkan kelompok umur U-18 tahun, diberikan materi mengenai teknik dasar dan etika dalam bermain sepak bola,” ungkap Ketua Akademi Dr. Haris, SH., M.Hum. di lapangan.

Didorong dengan pertumbuhan generasi muda yang signifikan serta melihat perkembangan sepak bola yang terus mengalami peningkatan tajam, UMM berusaha hadir untuk mewujudkan munculnya generasi muda yang punya potensi untuk menimba ilmu serta mengarahkannya secara akademis yang berkesinambungan. Sehingga, menghasilkan pesepakbola unggul.

Rektor UMM Fauzan mengungkapkan bahwa UMM selama ini bergerak di tingkat perguruan tinggi telah memiliki sarana olahraga yang sangat representatif untuk membuka akademi khususnya sepak bola. “Bila ada kegiatan akademi sepak bola di UMM nantinya akan muncul pemain sepak bola yang handal, sehingga membanggakan Indonesia,” katanya.

UMM punya jargon dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Di setiap kesempatan UMM berupaya sekuat tenaga, UMM ingin hadir di setiap lini. Bagaimana masyarakat Malang khususnya, dan Indonesia pada umumnya, merasakan getaran dari Universitas Muhammadiyah Malang. Demikian bertransformasinya Sekolah Sepak Bola (SSB) menjadi Akademi Sepakbola UMM.

BACA JUGA :  Nurul Amalia Peneliti Perludem: Pilkada Ditengah Pandemi Rentan Politik Uang

Sebelum bertransformasi menjadi Akademi, SSB UMM telah banyak mendapat raihan prestasi. Di antaranya Juara Piala Menpora di Jawa Timur (2018), Juara Suratin Regional Jawa Timur (2019), Juara Kejurnas FOSBI PAJL (2019), dan Juara Total Liga Nasional (2019), serta banyak prestasi lain yang diraih, baik di regional Jawa Timur dan nasional, sejak SSB UMM ini didirikan.

“Akademi ini harus memiliki warna lain dalam koridor kealislaman dan kemuhammadiyahan,” ungkap Fauzan. Fauzan lantas berharap, dari sini juga diharapkan mampu melahirkan fiqih sepak bola. Lebih jauh, dilanjutkan Fauzan, keberadaan sepakbola dan turunannya itu harus menghadirkan nilai humanis dan nilai religiusitas dalam dunia olah raga, khususnya sepak bola.

Diresmikannya Akademi Sepak Bola ini juga sekaligus dihelatnya gelaran Final Regional 3 Jawa Timur Liga Hizbul Wathan 2019 yang mempertemukan antara Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PS HW) UMM dan PS HW Sidoarjo. Acara yang diikuti 12 tim se-Jawa Timur ini ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Dr. KH. Sa’ad Ibrahim.

“Secara umum kompetisi ini ditujukan agar Muhammadiyah dapat mengembangkan sayap dakwahnya, utamanya di dunia olah raga. Secara khusus lagi di dunia sepak bola. Inginnya, melalui kompetisi ini, ada tim profesional dari atlet Muhammadiyah yang bisa berlaga di kompetisi profesional,” ungkap Mukayat, M. Sosio, panitia pengarah Liga HW regional 3 Jawa Timur di Kampus Putih UMM.(BRO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here