Foto: Penutupan Temu Pegiat Pemberdayaan Sosial dan Field Study di kampung Strenkali Jagir, Kota Surabaya. (Nash/ Pijarnews.id)

SURABAYA | PIJARNEWS.ID – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat, menutup agenda Temu Pegiat Pemberdayaan Sosial dan Field Study di kampung Strenkali Jagir, Selasa (25/12).

Diikuti oleh perwakilan kader IMM dari berbagai wilayah di Indonesia, momen penutupan ini berlangsung dengan melibatkan warga tempat di adakannya Field Study. Seperti Kampung Strenkali Jagir ini, yang sampai sekarang belum juga memperoleh hak legal dari Pemerintah setempat.

Acara diawali dengan penampilan seni angklung oleh anak binaan Urban Care Community (UCC). Peserta kemudian mendengarkan cerita dari Bapak Warsito, selaku perwakilan warga yang telah lama berjuang bersama untuk nasip kampung yang mereka tinggali.

Beliau menuturkan bahwa kampung yang bersebelahan dengan tembok PDAM ini belum juga mendapat perhatian Pemerintah, “Bahkan akses air PDAM juga tidak bisa masuk, karena persoalan legalitas. Sehingga kampung ini dianggap salah satu kampung yang bermasalah di Surabaya.” Ungkap Bapak Warsito.

Selama kegiatan, peserta juga di sebar ke beberapa kampung di Kota Surabaya yang bermasalah, selain daerah Jagir, mereka juga mendatangi Kampung Keputih Pompa, disana mempunyai masalahan sengketa tanah dengan perusahaan pengembang perumahan.

Kemudian kampung Sulung, bertempat di utara Kantor Gubernur Jawa Timur, yang berlokasi di sepanjang jalur kereta api dengan permasalahan sosial dan pendidikan, juga wilayah lain yang bertempat di perkampungan Nelayan Kenjeran, dengan persoalan mengenai lingkungan.

Selanjutnya, sambutan Ketua Umum PC IMM Surabaya, M. Firdaus Su’udi yang ikut mendampingi acara, menuturkan jika pelatihan ini sangat dibutuhkan kader IMM seluruh Indonesia. Ia berharap agar sepulang dari sini peserta dapat membuat acara terkait pelatihan pemberdayaan di tempat asal mereka.

BACA JUGA :  Sempat Sendat Lalu Lintas, Kapolsek Kadur Segera Bersihkan Pohon Tumbang

Ditutup dengan sambutan terakhir oleh Ketua Umum DPP IMM, Najih Prastiyo menyampaikan bahwa IMM harus sering berkutat pada kegiatan sosial aplikatif, seperti kegiatan bakti sosial untuk mengimplementasikan nilai humanitas sebagai bagian dari trilogi IMM.

Najih juga membuat analogi, bahwa kegiatan ini ibarat tokoh koboi yang tidak memikirkan imbalan atas jasa yang diperbuat. Ia berharap sepulang dari acara ini pola pikir kader IMM akan berubah. “Kader IMM agar bisa menjadi jawaban atas persoalan yang terjadi di masyarakat, kader IMM tidak hanya dapat berdialektika dan berwacana besar, tapi juga mampu berkolaborasi dengan berbagai lapisan masyarakat.” Ujar Najih.

“Intelektual profetik juga berbicara aspek pemberdayaan, dan pemberdayaan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu menjadi problem solving, paling tidak di lingkungan terdekat kita, baik berhubungan dengan alam maupun dengan kehidupan sosial, dan IMM harus mampu hadir disitu,” imbuhnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama DPP IMM, Alumni Loknas SPM Regional Jatim dan PC IMM Kota Surabaya, yang dilaksanakan pada tanggal 20-25 Desember 2019. Bertempat di Kota Surabaya dengan rangkaian kegiatan diantaranya adalah field study dan sharing komunitas bersama pegiat pemberdayaan sosial berbasis komunitas yang ada di Surabaya.(*)

Reporter: Khoirun Nash
Naskah: Khoirun Nash
Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here