Foto: Luthfi J. Kurniawan (Mizan/ Pijarnews.id).

KOTA BATU | PIJARNEWS.ID – Menjamurnya media daring belakangan ini, membuat kalangan jurnalis khawatir. Pasalnya, kemudahan mendirikan media, seringkali tidak diikuti dengan disiapkannya jurnalis yang profesional. Akibatnya, produk jurnalistik yang dihasilkan rentan melanggar kode etik dan UU pers.

Hal itu disampaikan Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Luthfi Jayadi Kurniawan, saat menjadi narasumber dalam rapat koordinasi dan evaluasi PIJARNews.ID, Sabtu (4/1/2020). “Karena itu, media termasuk PIJARNews.ID harus punya karakter,” terangnya.

Akademisi yang juga aktivis di Malang Corruption Watch (MCW) itu mengatakan, media yang memiliki karakter juga akan berpengaruh pada reporternya. Akan muncul reporter-reporter tangguh yang juga berkarakter, serta punya prinsip untuk tidak menyalahi kode etik jurnalistik.

“Pertanyaannya kemudian, media PIJARNews.ID ini mau dibawa kemana? Sekadar memberi informasi, atau memang digagas untuk menjadi media mainstream,” ujar pria yang akrab disapa Luthfi tersebut. “Ini harus jelas di awal,” imbuh pria yang lolos 10 besar calon pimpinan KPK jilid V ini.

Rakor dan evaluasi wartawan PIJARNews.ID tersebut digelar selama 2 hari. Yakni, Sabtu (4/1/2020) hingga Minggu (5/1/2020). Kegiatan yang dilaksanakan di Apple Sun, Kota Batu tersebut, merupakan tindaklanjut dari diklat jurnalistik di Surabaya akhir September 2019.

Puluhan reporter PIJARNews.ID hadir dalam kegiatan yang memang digelar untuk menambah kompetensi mereka di bidang jurnalistik. Sejumlah narasumber dihadirkan. Selain Luthfi Jayadi Kurniawan, juga pegiat media yang memang terlibat dalam pembentukan media ini.

BACA JUGA :  Komite Keselamatan Jurnalis Desak Pemerintah Atasi Peretasan Media

Reporter: Mizan Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here