Gambar ilustrasi oleh RDS, (Instagram: @ehriki_ - PIJARNews.ID).

Oleh: Luthfiyah Awwalul Karimah*

OPINI | PIJARNews.ID – Radikal bermakna akar yang berarti memahami segala sesuatu sampai pada akarnya. Radikal dalam berpikir sangatlah bagus. Berpikir radikal berarti mampu membaca dan menganalisa secara mendalam suatu permasalahan sehingga dapat menemukan jalan keluar yang tepat.

Saat ini orang memahami kata radikal dengan tindakan kekerasan. Akhirnya radikal menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh pihak-pihak yang mengatakan bahwa radikal merupakan hal yang negatif, karena dikaitkan dengan politik kekuasan. Radikal berarti menuntut perubahan (undang-undang; pemerintahan).

Masyarakat memandang bahwa radikal pasti identik dengan terorisme, karena radikal juga bermakna maju dalam bertindak atau berpikir. Para teroris selalu menggunakan hal-hal ekstrim dalam setiap perbuatannya. Perbuatan yang sering kita dengar adalah bom bunuh diri.

Teroris melakukan tindakan- tindakan tersebut dengan alasan tertentu. Seperti halnya di Bali tahun 2002. Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat merasa takut. Masih banyak alasan lain yang melatarbelakangi perbuatan terorisme.

Daerah Bali terdapat banyak club malam yang dapat mengubah gaya hidup masyarakat pribumi. Masalah ini membuat orang berpikir untuk mencari jalan keluar dari masalah yang ada. Mereka berpikir mendalam dan mendapat suatu cara yaitu dengan melakukan pengeboman. Mereka merasa hal ini yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah.

Teroris biasanya sudah terpapar hal-hal radikal yang negatif. Bisa dari internet atau kajian-kajian yang mengajarkan hal-hal kekerasan. Para teroris biasanya menamakan perbuatannya dengan jihad. Padahal jihad tidak harus dengan kekerasan. Jihad bisa dengan belajar, bekerja, dan lain sebagainya. Terorisme biasanya terjadi karena kesalahfahaman dalam menyimpulkan materi yang diterima. Tanpa bertanya dan mencari tahu kebenarannya.

BACA JUGA :  Jalan Demokrasi Kita

Terorisme memiliki dampak dari berbagai aspek. Dalam aspek kemasyarakatan, teror menimbulkan keresahan kepada masyarakat. Masyarakat juga merasa terancam akan keselamatan mereka. Berbeda lagi dalam aspek ekonomi atau keuangan, terorisme menyebabkan banyak kerugian. Aksi bom bunuh diri dapat menyebabkan kerusakan di berbagai tempat. Pemerintah mengalami kerugian untuk memberbaiki segala kerusakan yang ada.

Terorisme sering berkaitan dengan agama, sehingga nama agama menjadi buruk di hadapan masyarakat. Islam seringkali mendapat julukan agama yang radikal karena perbuatan- perbuatan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, dalami ilmu agama sedalam-dalamnya dan berfikirlah secara radikal. Jangan langsung menerima tanpa menyaring terlebih dahulu. Belajarlah pada orang-orang yang tepat, dan bukan dari pondok maya.

*) Mahasiswi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam – Universitas Muhammadiyah Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here