Gambar ilustrasi oleh RDS, (Instagram: @ehriki_ - PIJARNews.ID).

Oleh: Aprilita Novita Sari*

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs: Ar-Ruum : 41).

PIJARNews.ID – Selamat Hari Lingkungan Hidup Indonesia, 10 Januari. Seperti apa makna yang berusaha dimengerti oleh diri kita mengenai keistimewaan hari itu? Banyak hari peringatan lain diperingati mengenai hari lingkungan hidup. Seperti halnya hari bumi, hari pohon, hari lingkungan hidup nasional hingga hari sampah, dan masih banyak lagi berbagai hari seakan cukup diistimewakan.

Namun untuk apa hari-hari istimewa itu ada?, cukup bermakna atau hanya sekadarnya (angin lalu), atau menjadi suatu langkah yang dilakukan untuk menyadarkan diri sendiri, hingga mungkin saling memberikan peran penting?. Bahkan, tidak sengaja menginspirasi dengan warga bumi lainnya untuk saling mencintai bumi ini.  Lalu bagaimana cara kita mencintai bumi ini? Menjadikan semua hari sebagai hari bumi, atau seperti apa?.

Sebagai salah satu anggota komunitas lingkungan hidup di Surabaya (@kampoeng.djoeang). Penulis ingin berbagai langkah yang telah dilalui dengan penuh kebahagiaan. Untuk memilih langkah, bagi kami semua hari adalah hari bumi. Akan tetapi, tidak pula melupakan jika setiap peringatan hari menjadi suatu hal yang bisa sangat istimewa dan ditunggu- tunggu. Lalu apakah harus bergabung dalam komunitas lingkungan untuk mencintai bumi?, Jawabannya tentu saja tidak.

Kita memanfaatkan bumi dengan sangat maksimal, kita hidup setiap hari juga karena ada oksigen yang dihasilkan alam ini, dengan gratis atau tanpa harus membayar sedikitpun, dan semua orang mendapatkannya. Mensyukuri bagian yang sangat berharga dengan cara sederhana, merasakan dengan hati, bergerak dengan aksi dan berbagai kolaborasi. Itulah yang biasa kami lakukan dalam komunitas kami.

Memberikan sedikit arti, jikalau banyak masalah lahir dari sampah, mengapa tidak kita lakukan solusi untuk menyelesaikannya? Tidak sendirian, jika diri bergabung dalam suatu kesamaan pada suatu hal yang disukai dalam kelompok/ komunitas, tidak perlu ditanya mengapa kaki selalu mau bergerak ikhlas setiap kali memulai aksi.

BACA JUGA :  Nilai-nilai Islam dalam Memilih Pemimpin

Berbagai alasan untuk terus menjaga bumi, selalu kami suarakan dalam berbagai kegiatan kolaborasi. Komunitas lingkungan ini fokus pada bidang ecoliterasi dan mural di berbagai kampung. Dengan berbagai kolaborasi, dari berbagai mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, dari mulai anak usia dini, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, mahasiswa hingga warga kampung dampingan, kita belajar bersama untuk saling mencintai bumi dengan cara yang mulia.

Menyadari jikalau bumi bukanlah milik perseorangan dan manusia sekarang. Bumi juga milik mereka yang akan lahir di masa depan, begitu seterusnya. Dan apa yang akan terjadi nanti, adalah tanggung jawab kita sebagai penduduk bumi saat ini.

Bukan hanya sekedar pembahasan tanpa aksi, kita melangkah sepenuh hati, berbagai kalangan masyarakat kami rangkul bersama untuk memulai kesadaran mencintai lingkungan. Seperti halnya program mural kampung yang kami tawarkan, tujuan kami adalah untuk memberikan warna manis, mencintai lingkungan juga bisa melalui seni, dengan mempercantik berbagai infrastruktur kampung menjadi lebih hidup dan bersih – clean up kampung.

Kegiatan ini sedikit demi sedikit terus berjalan menapaki tangga, untuk bisa menyebarkan manfaat secara lebih luas, bukan hanya dengan warga kampung kami mengedukasi dan saling menginspirasi, tapi menyeluruh hingga berbagai penduduk Indonesia, terutama usia remaja atau mahasiswa, yang bersedia belajar bersama dalam permasalahan & memberi solusi melalui diskusi, seperti diskusi online yang kita hadirkan. Dengan didampingi narasumber yang ahli dalam lingkungan dari berbagi wilayah Indonesia. Dengan begitu, diri ini akan selalu merasakan jika bumi sangat berharga.

Lalu apa yang bisa dilakukan?, Tuhan menjadikan manusia sebagai khilafah di bumi diantara makhluk lainnya, bukankah sebaiknya kita bisa lebih bijak memanfaatkan kekayaan dan menjaga seluruh alam bumi ini. Selamat memulai langkah baru utuk terus memberikan cinta pada bumi ini. #SalamLiterasi #Salam Lestari #MariberAksi

*) Mahasiswi Universitas Narotama Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here