Ilustrasi Silvia Virda Susanti, M.Pd.I. (RDS/PIJARNews.ID)

Oleh: Silvia Virda Susanti*

PIJARNews.ID – Sabar, kata yang amat sangat bersahabat dengan telinga tapi kurang di hati. Sabar, kata yang sangat dianjurkan untuk dilakukan tapi kadang berat.

Sejak kecil, kata sabar sudah dikenalkan dengan kita. Mungkin dulu kita juga menganggap, sabar itu nama orang?. Bisa jadi iya, memang ada orang yang bernama Sabar, tapi pengambilan nama itu juga tak lain untuk sebuah do’a atau pengharapan yang sangat baik.

Sabar adalah sikap yang sangat dianjurkan dan dimiliki oleh setiap manusia untuk menahan emosi dan keinginan, atau tetap bertahan dalam keadaan sulit.

Sejauh perjalanan manusia selalu dihadapkan dengan ujian yang menggugah jiwa, yang mengharuskan banyak meningkatkan kadar sabar sebisa mungkin. Semisal, ketika saya mengajar, entah kenapa kadang terucap kata-kata atau sikap yang kurang patut kepada anak-anak.

Sehingga sepagi mungkin saya harus menata niat, agar bisa lebih menjaga ucapan dan sikap jika jengkel dengan ucapan atau sikap mereka (murid) yang kurang pas. Tapi kenyataannya, sulutan emosi sangat mudah bagaikan menyalakan api dengan korek didukung oleh gas yang memadai. Begitu sulit ternyata.

Tahun baru, harapan baru. Meningkatkan kadar sabar ini menjadi salah satu resolusi yang patut direalisasikan dengan nyata. Karena dengan sabar senantiasa kita merasa dengan Allah, ladang pahala yang tidak terbatas, penuh limpahan mulia, memperoleh keberuntungan dan keselamatan. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar : 10).

BACA JUGA :  Tidak Ada yang Sia-sia

*) Guru SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here