Prof. Din Syamsudin manyampaikan tausiyah di Trenggalek. (Hadi/ PIJARNews.ID).

TRENGGALEK, PIJARNews.ID – Bertempat di bekas Pasar Pon, dilaksanakan Tabligh Akbar perayaan Milad Muhammadiyah 107 oleh PDM Trenggalek, dalam kesempatan ini PDM menghadirkan mantan Ketua PP Muhammadiyah, Pak Din Syamsuddin.

Dijadwalkan pada bulan Desember 2019, Milad Muhammadiyah PDM Trenggalek ditunda sampai tanggal 12 Januari 2020, karena Pak Din baru bisa hadir tanggal tersebut.

Ada beberapa rangkaian kegiatan sebelum acara puncak. Diantaranya Pelantikan Kwarda HW Trenggalek dan Pelantikan PD IPM Trenggalek, yang dilakukankan pengurus Wilayah Jawa Timur masing-masing Ortom. Selain itu juga dilaksanakan launching PASMINA PDNA Trenggalek yang melakukan kegiatan amal berupa donor daran dan cek kesehatan gratis.

Ketua PDM Trenggalek Bapak Rohmat, dalam sambutanya menyampaikan. “Dalam 4 tahun terakhir kami mengundang Pak Din, Alhamdulillah tahun ini bisa hadir. Tak lupa kami terima kasih kepada warga Muhammadiyah Kabupaten Trenggalek yang sudah hadir, disini tersedia 5.000 kursi dan yang hadir ternyata melebihi kursi, karena itu banyak peserta yang berdiri,” ungkap Pak Rohmat.

Foto Pak Din dengan tamu undangan. (Hadi/ PIJARNews.ID).

Gelaran Puncak Milad Muhammadiyah ini, juga dihadiri PWPM Jatim, Sulton Amin yang menyampaikan, “apa yang diperjuangkan KH. Ahmad Dahlan mari kita dukung penuh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan modern yang dipelopori Muhammadiyah,” ujarnya.

Pak Din menyampaikan kepada jamaah yang hadir. “Kita sedang berada di kehidupan fi sabilillah – sedang berjihad di jalan Allah. Maka bagi Muhammadiyah kami sarankan bahwa organisasi sebagai alat bukan sebagai tujuan. Tujuan kita tidak lain adalah untuk mencari Ridho Allah SWT, kejayaan Islam dan umat Islam. Maka dari itu luruskan niat di Muhammadiyah,” kata tokoh kelahiran Sumbawa itu.

BACA JUGA :  IMM Tabur Bunga Kenanga di Depan Pemkab Bojonegoro

“Semangat berkemajuan itu berangkat dari berbagai aspek. Berkemajuan disatu sisi, umat Islam harus kaya. Jangan sampai Muhammadiyah bisa dibeli, ditengah politik NPWP (nomer piro wani piro). Semua ormas harus bersatu-padu, jangan ada masing-masing yang membanggakan kelompoknya. Jangan mau diadu domba, Umat Islam Bersatu, Indonesia Maju,” tegasnya.

Acara puncak Milad Muhammadiyah ini dimulai pukul 09.30 WIB, yang sebelumnya diisi atraksi dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Di sesi terakhir panitia membagikan 6.000 lebih nasi gegok khas Trenggalek untuk para jamaah yang hadir.

Reporter: Hadi P | Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here