Pembukaan rembuk warga (rapat kerja) RT. 4/RW. 5. (Rohim/ PIJARNews.ID).

SURABAYA, PIJARNews.ID – Banyaknya kasus kekerasan pada anak di Surabaya, menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali pengurus RT 4/RW 5, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Karena itu, pengurus kemudian membentuk Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga (Sparta).

Hal itu terungkap saat pengurus dan warga RT 4 menggelar rembuk akbar sekaligus rapat kerja 2020, Minggu (12/1/2020). Ketua RT 4 Rif’an Wahyudi mengatakan, digagasnya program Sprata sebagai respons atas imbauan yang disampaikan Lembaga Perlindunga Anak (LPA) Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Rif’an tersebut menilai, program tersebut penting untuk diaplikasikan. Karena itu, sebagai RT yang baru saja terpilih, ia memasukkan program tersebut dalam rencana kerja tahun ini. “Semoga program ini bisa dilaksanakan dengan maksimal,” terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris LPA Jawa Timur Isa Anshori mengajak Pemkot Surabaya menginisiasi program Sparta tersebut. Program itu sebagai solusi mengatasi kekerasan pada anak yang jumlahnya cenderung banyak. Surabaya sendiri mencatat angka 97 kejadian kekerasan pada anak.

Suasana rembuk warga (rapat kerja) RT. 4/RW. 5 Kebraon, Karangpilang. (Rohim/ PIJARNews.ID).

Jumlah itu menjadi yang tertinggi di Jatim. Dari semua kejadian kekerasan pada anak di Jatim, lokasi terjadinya kekerasan justru di rumah. Yakni ada 80 kejadian. Di bawahnya baru terjadi di jalan, lahan kosong, dan sebagainya. Dengan digagasnya program Sparta tersebut, maka predikat Kota Layak Anak (KLA) tidak hanya administratif semata. Nantinya, program Sparta di RT 4 dijalankan Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

BACA JUGA :  Pelatihan Mengurus Jenazah oleh KM3 Surabaya

Selain program Sparta, RT 4 juga menggagas program literasi yang tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan menulis warga setempat. Dalam raker tersebut, juga dibahas mengenai struktur RT yang baru. “Kami ucapkan terima kasih pada seluruh warga, terutama pengurus yang lama,” pungkasnya.

Reporter: Rohim | Editor: Radfan F

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here