Ilustrasi Silvia Virda Susanti, M.Pd.I. (RDS/PIJARNews.ID)

PIJARNews.ID – Bepergian, kata yang terbaca sangat menyenangkan, apalagi benar-benar dilakukan. Sudah bepergian kemana saja akhir tahun 2019 kemarin? Atau sudah merencanakan akan bepergian kemana saja tahun 2020 ini?.

Saya tidak pernah merencanakan akan bepergian kemana sejak awal tahun seperti sebagian yang lain, kecuali kegiatan yang sudah direncanakan oleh yayasan. Tahun-tahun lalu, selalu berkesempatan bepergian akan tetapi dengan rencana yang mendadak. Rasanya saya ingin mengulang dengan berbagai tujuan bepergian, antar kota, provinsi, pulau atau bahkan negara.

Meskipun kota-kota atau negara itu kurang berkembang dengan tempat tinggal. Rasanya akan tetap banyak manfaat yang bisa diambil dari bepergian kemana saja. Jika pernah mendengar Ibnu Batutah, yang mempunyai nama panjang Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah, seorang kelahiran bulan Februari. Beliau seorang traveler di abad pertengahan yang kurang lebih bepergian ke penjuru dunia selama 24 tahun ke berbagai belahan benua seperti Afrika Utara, Timur tengah, Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan dan lainnya, bayangkan saja berapa ribu pengalaman yang beliau punya.

Beberapa perjalanan di tahun-tahun lalu mampu memberikan pengalaman yang luar biasa, seperti mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, belajar membawa diri, mengasah kemampuan berkomunikasi, membuka sudut pandang baru, belajar mempersiapkan sesuatu hal lebih matang, menemukan sesuatu hal yang lebih penting dalam hidup dan mengasah kontrol emosi diri sendiri.

BACA JUGA :  Rilis FITRA Jatim untuk Penanganan COVID-19

Jadi, pergi untuk kembali itu bagaikan memperbaharui diri dengan penerimaan dari sebuah bepergian. Pergi untuk merasakan kembali manfaat-manfaat untuk tetap bisa silaturrahim dan silatulfikri dengan guru-guru yang berwujud manusia, bangunan, dan kebudayaan di hamparan Madrasah-Nya ini.

Bepergian sering membuat kita terdiam, tidak bisa berkata apa-apa entah dengan hidangan keindahan atau kejelekan, akan tetapi dengan itu kita bisa bercerita tentang bepergian kepada siapapun, kalau mengutip kata-kata Ibnu Batutah, Traveling – it leaves you speechless, then turns you into Storyteller.

*) Guru SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here