Amalia Utami, ilustrasi oleh RDS/ PIJARNews.ID).

Oleh: Amalia Utami*

PIJARNews.ID – Tau kah kita, diantara yang menyebabkan hancurnya kebahagiaan adalah seringkali kita membandingkan hidup dengan orang lain. Bahkan sikap membandingkan hidup tersebut, dapat dikategorikan sebagai sikap yang dzolim.

Kenapa demikian?, Karena seringnya kita mencari-cari kelemahan, lalu membandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain. Sambil menggerutu.. “Ya Allah bahagia sekali si fulan itu…”. Sungguh, kita telah mendzolimi diri sendiri.

Berhentilah membandingkan, dan mari belajar Ridho dengan kehidupan kita, pekerjaan kita, rejeki kita dan keluarga kita. Karena itulah pemberian terbaik dari Allah yang maha tau.

Fokuslah pada apa yang saat ini kita miliki. Jangan fokus dengan apa yang kita tak punyai.

Bukankah napas yang kita hembus setiap hari adalah nikmat yang terlampau besar?… Bukankah setiap hari dengan kondisi sehat adalah nikmat yang begitu cukup?… Bukankah bisa tidur nyenyak adalah sungguh penuh dengan nikmat?… Bukankah kita bisa merasakan makan dengan enak adalah cukup penuh nikmat?…

Jangan selalu kita anggap remeh setiap detik waktu. Semua itu adalah hadiah nikmat dari Allah. Maka mensyukuri nikmat-Nya adalah jalan terbaik, Allah berjanji: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S Ibrahim {14} : 7).

*) Mahasiswi Pascasarjana UINSA Surabaya.

BACA JUGA :  Pembangunan Partisipatif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here