Hendra Hari Wahyudi (RDS/PIJARNews.ID)

Oleh: Hendra Hari Wahyudi*

PIJARNews.ID – Manusia di dunia tak hanya soal makan lalu kenyang, tak selalu tentang kaya dan miskin, masih banyak berbagai masalah yang dialami oleh setiap insan di kehidupan dunia. Namun, akankah manusia dapat keluar dari permasalahan yang ia hadapi?. Banyak yang bilang kalau bahagia itu sederhana, namun tak sedikit pula yang merasa bahagia itu mahal. Indikatornya adalah tinggi rendahnya pendapatan dari hasil kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin beragam, bukan cuma soal sandang, pangan, papan, namun juga paketan (internet).

Sejatinya kebutuhan manusia adalah beribadah, namun terkadang manusia yang hatinya sudah tertutup kabut kemegahan duniawi, menjadikan ibadah sebagai kebutuhan sekunder, bahkan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Allah berfirman: “Hai manusia, kamulah yang amat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha terpuji.”, (QS. Fathir ayat 150).

Jelas bahwa, manusia sangat membutuhkan Rabbnya. Segala amal perbuatan di dunia yang sejatinya diperuntukan untuk menuju ridho-Nya, namun terkadang manusia lebih mementingkan materi dan gengsi. Sanggupkah manusia keluar dari bayang-bayang keduniawian?. Bisakah manusia ikhlas dalam perbuatan demi mengharap ridho Tuhan?. Kunci utama dari kenikmatan dunia adalah berakhlakul karimah dengan ikhlas serta hanya mengharap ridho Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Segala rumusan kehidupan sudah Allah berikan cara mengatasinya, sudah Rasulullah contohkan sebagaimana yang tertulis pada hadits-haditsnya. Namun, manusia kadang lebih suka melewati jalur alternatif yang ditawarkan manusia, entah itu dukun atau dukun yang berkedok superman. Sebagai manusia yang beriman, kita harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalam keluarnya. Meyakini bahwa dimana ada kesulitan, disitu pasti ada kemudahan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Insyirah ayat 6, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Allah juga tidak akan memberikan ujian, cobaan, masalah yang melebihi kapasitas kemampuan kita. Sebagai manusia beriman, kita harus dan wajib meyakininya. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”.

Problematika hidup yang beraneka jenis, kadang membuat manusia lebih banyak mengeluh di media sosial daripada mengadu kepada Yang Maha Kekal. Padahal, masalah ujian hidup terkadang adalah cara Allah menguji seberapa iman dan takwa diri kita, seberapa sabar dan seberapa ikhlas kita dalam menjalani cobaan dunia ini. Masalah yang kita hadapi, hanya kita sendiri yang bisa mengatasi. Doa dan usaha diperbolehkan asal tidak bertentangan dengan syariat. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman:

BACA JUGA :  Tidak Ada yang Sia-sia

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Mengubah perilaku diri menjadi lebih baik adalah salah satu cara mengubah rejeki kita. Jika ada kalimat yang sering diucapkan, bahwa “memperbaiki diri sama dengan memperbaiki jodoh”, itu membuat kita ingat terhadap ayat Allah yang artinya: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS An Nur: 26).

Kenapa kita sampai pada bahasan jodoh?. Karena sebagian masalah para kaum muda salah satunya adalah jodoh. Maka dari itu, berbagai masalah yang kita hadapi jangan dijadikan sebagai halangan. Sejatinya, Allah yang Maha Besar, lebih besar daripada masalah yang kita anggap besar. Jadikan masalah itu sebagai tantangan, siapa tau dari masalah itu, Allah SWT akan menaikan derajat kita. Karena sejatinya, anak sekolah akan naik kelas atau lulus jikalau ia mampu melewati ujian dengan nilai yang baik dan cara yang baik pula.

*) Guru MIM 06 Tebluru Solokuro Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here