Ilustrasi Silvia Virda Susanti, M.Pd.I. (RDS/PIJARNews.ID)

Oleh: Silvia Virda Susanti*

PIJARNews.ID – Sejak pertama mengajar sampai hari ini, saya menemui beberapa siswa dengan kebutuhan khusus yang berbeda. Tempat saya mengajar memang bukan sekolah inklusi, tapi ada beberapa anak berkebutuhan khusus yang sengaja disekolahkan oleh orang tuanya disini, agar lebih bersosialisasi dengan teman-teman yang normal.

Karena kondisi kebutuhan mereka yang tidak terlalu parah, dalam artian hanya pada taraf “slow learner“, orang tua juga harus mau menerima konsekuensi jika nilai akademik tidak seperti teman yang lain. Beberapa sekolah di Surabaya, memang menerima anak-anak berkebutuhan khusus, meskipun bukan sekolah inklusi dengan segala macam kurikulum dan sistem operasiaonal prosedur (SOP) yang sudah dirancang, sehingga banyak wali murid yang mempercayakan anak-anaknya di sekolah tersebut.

Suatu waktu yang telah lalu, saya mengantar siswi ke SD tempatnya belajar dulu. Kebetulan dia masuk kategori “berkebutuhan khusus” tapi pada taraf “slow learner” dan sensitif. Dia mengenalkan kepada guru kesayangannya di kelas khusus, ternyata memang sekelas dengan berbagai macam keterbelakangan membutuhkan tenaga ekstra. Setelah berbincang Lama, beberapa anak disana mempunyai prestasi yang bermacam-macam, diantaranya fashion show, olahraga, gambar dan lain sebagainya.

Saat ini, disabilitas mempunyai ruang tersendiri untuk mendapat haknya seperti orang normal. Kita temui di tempat umum pasti banyak fasilitas khusus, seperti tempat duduk, toilet, jalan dan lain sebagainya. Pada penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga disediakan formasi khusus untuk penyandang disabilitas.

Penerimaan mahasiswa baru (PMB) di perguruan tinggi negeri (PTN), atau perguruan tinggi swasta (PTS) juga menyediakan kuota khusus penyandang disabilitas. Sampai kabar paling viral akhir-akhir ini adalah salah satu Staf Khusus Kepresidenan (SKP) juga penyandang disabilitas yang sudah mempunyai prestasi luar biasa.

BACA JUGA :  Pembangunan Partisipatif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Memang Kalam Allah yang tidak pernah lekang oleh zaman tidak pernah salah, bahwasanya Allah menciptakan manusia tidak pernah dalam keadaan sia-sia. “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?.” (QS. Al-Qiyamah: 36).

Jadi, Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia tanpa manfaat dan potensi darinya. Maka, mari banyak bersyukur, kalau saya lupa tata cara bersyukur, maka saya butuh kamu untuk saling mengingatkan, 😊😊…!

*) Guru SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here