Siswi SD Muhammadiyah 12 Surabaya yang tergabung dalam polisi dubes ikut menyambut kedatangan siswa. (Dzanur Roin/ PIJARNews.ID).

SURABAYA, PIJARNews.ID – Terlihat beberapa siswa dengan memakai rompi biru berbaris rapi bersama ustaz dan ustazah, di gerbang pintu masuk SD Muhammadiyah 12 Surabaya (SDM dubes). Mereka ikut menyambut kedatangan teman-temannya bersama para guru nyang sedang piket, Kamis (16/1/2020).

Mereka adalah polisi dubes, yaitu siswa-siswi pilihan yang bertugas khusus mengawasi kedisiplinan. “Upaya ini bagian dari tutor sebaya yang dilakukan sekolah untuk membentuk karakter peserta didik. Seperti karakter disiplin dan tanggung jawab,” tetang ustazah Nurul Fitria.

Peserta didik yang terpilih menjadi polisi dubes harus datang lebih awal daripada teman-teman lainnya. Adapun tugas polisi dubes adalah, seperti disampaikan oleh ustadzah Nurul Fitria, selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

Pertama, polisi dubes ikut menyambut kedatangan siswa mulai pukul 06.30-07.00. Dengan memakai rompi khusus yang sudah disiapkan oleh sekolah, pengambilan dan pengembalian rompi ditempat yang telah disediakan sekolah.

Kedua, bisa menjadi teladan bagi teman-temannya. Baik sikap, tingkah laku, maupun dalam ucapan. Karena yang masuk dalam polisi dubes ini adalah mereka para siswa pilihan, sehingga harus bisa menjadi contoh bagi yang lainnya.

Ketiga, memantau dan mengingatkan adab dan tata krama saat istirahat maupun ketika waktunya makan siang. ketika ada teman yang melakukan kesalahan, setidaknya bisa memberikan nasehat bagi teman-temannya.

Keempat, menjaga ketertiban saat sholat berjamaah. sholat dhuha, dhuhur dan ashar. Ketika tiba waktunya sholat berjamaah polisi dubes yang sudah terjadwal harus menyebar ditempat yang telah ditentukan. Seperti mengarahkan agar segera ke masjid. Menjaga di tempat wudhu dan mengawasi di tiap shaf. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban pelaksanaan ibadah, murajaah surat-surat pendek sebelum sholat dan berdzikir serta doa setelah sholat.

BACA JUGA :  Gabungan Aktivis Lingkungan di Surabaya Adakan Nobar Film Jakarta Kota Air

Kelima, jika ada terjadi perselisian dikelas polisi dubes dapat melerai perselisihan tersebut. Ataupun jika menemukan hal-hal yang kurang baik polisi dubes dapat melaporkan ke ustadz dan ustadzah.

Keenam, polisi dubes harus dapat menjadi contoh yang baik. Ketika polisi dubes tidak dapat menjadi contoh atau bahkan melakukan kesalahan dengan sengaja maka akan mendapatkan hukuman yang lebih dari teman-temannya yang bukan polisi dubes. Bahkan bisa juga akan dikeluarkan dari polisi dubes dan tidak berhak memakai rompi biru.

Ini adalah bagian dari ikhtiyar untuk selalu menjadi lebih baik. Semua masyarakat sekolah, baik itu siswa, guru dan karyawan harus selalu bersama-sama untuk menjadikan  SDM dubes selangkah lebih maju. “Sesuai dengan motto sekolah ini, memegang aqidah menebar prestasi,” pungkas ustazah Fitri. (nur/gil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here