Aksi kamisan di Kota Malang, solidaritas untuk korban Tumpang Pitu Banyuwangi. (Tyo/ PIJARNews.ID).

MALANG, PIJARNews.ID – Aksi kamisan kembali digelar pada minggu ketiga Tahun 2020, Kamis (16/1/2020) di Kota Malang. Aksi tersebut merupakan solidaritas untuk korban Tambang Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, atas konflik tambang emas yang terjadi sejak Tahun 2012.

Aksi dengan tema “Tambang Harus Tumbang” ini, berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 17.15 WIB di depan Balai Kota Malang. Dengan diikuti oleh belasan pemuda dan mahasiswa yang berpakaian serba hitam.

Dalam rilisnya, aksi kamisan ini menjelaskan persoalan investasi yang menjadi sebab lahan rakyat dengan mudah menjadi sasaran penggusuran, demi pembangunan yang merampas ruang hidup masyarakat.

“Akumulasi kapital dan investasi telah banyak merenggut kehidupan rakyat tak berpunya. Namun dalam rencana pembangunan jangka panjang, hal tersebut akan semakin diperkuat. Lemahnya pemantauan amdal dan juga pengadilan kejahatan ekologi, telah menjadi wajah yang mengenaskan bagi Hak Asasi Manusia (HAM). Beberapa industri akan terbangun, namun setiap rakyat akan siap tergusur,” tulisnya.

Komite Aksi Kamisan Malang, selanjutnya juga mengajak seluruh elemen untuk bersolidaritas mengawal penegakan HAM di Indonesia.

“Dengan ini kami Komite Aksi Kamisan Malang, mengajak untuk bersolidaritas bersama dalam mengawal penegakan HAM di Indonesia. Orasikan suara-suara politikmu, rebut kembali kehidupan yang tercuri sebelumnya,” tulis dalam rilis yang dikeluarkan.

Selama aksi berlangsung, jargon-jargon “Hidup Korban”, “Jangan Diam”, “Lawan”, yang merupakan tradisi aksi kamisan ini, tak lupa terus diteriakkan oleh massa aksi. Selain itu orasi dilakukan secara bergilir, lalu aksi ditutup dengan pernyataan sikap dan kampanye solidaritas untuk korban Tumpang Pitu. (tyo/tok/gil)

BACA JUGA :  Forum Kasemsem, Untuk Apa Belajar Agama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here